Baiti Jannati

Kumpulan Gombalan Bojojojo

Menggombal jangan menggombal~~

Kepada siapa saja~~

Menggombal boleh sajaaa~~

Tapi ada syaratnya~~

*tolong dibaca dengan melodi Lagu Begadang dari Bang Haji Rhoma Irama

Hahaha 🤣🤣🤣

Sengaja saya tulis karena ini adalah hal yang patut diingat. Gombalan dari laki-laki yang sah.

Coba aja gombalin saya sebelum jadi suami, bakal langsung di blacklist dari bursa calon suami. Wkwkwk.

Btw, ini ditulis pakai Bahasa Banjar, seasli dan seingat saya, mungkin ada kurang lebih tapi esensinya sama, kalau pakai Bahasa Indonesia saya rasa jadi kurang feelnya, sorry ya kalau ada yang nggak ngerti. 🙏

👩: Kaya ada sarang laba-laba tuh.
👨: Pian ada sarang jua.
👩: Saranghaeyo~~~
👨👩: 🤣🤣🤣

👩👨: *bepanderan alat panah*
👨: nukar kekeran nya kada lah?
👩: maka pian sudah lihai mengeker?
👨: itu kan mengeker piaaan~
👩👨: 🤣🤣🤣

👩: pian ketuju kada begula lo donatnya?
👨: iya
👩: kada tapi manis donatnya tuh
👨: makannya sambil kaya ini nah *menyuap donat* *meliati bininya*
👩: 😶

👩: Yang, ada kritik dan saran kah sagin ulun?
👨: Saran? Saran-haeyo
👩: Buahahaha 🤣🤣🤣

(Sementang bini ketuju Korea lalu ja saranghaeyo tarus. Wkwk)

👨: *lagi makan amplang*
👩: nyaman tuh
👨: iih, kuku macan
👩: *nampaikan kuku*
👨: ihiiiy macan..
👩: hah?? *sambil minum*
👨: macan. Marhamah Cantik
👩: buhakakak *hampir muak*

Sekian beberapa gombalan yang berhasil diingat dan dicatat. Insya Allah akan saya update di kesempatan yang akan datang kalau ada yang baru. Hahaha. Sekian.

Salam senang mesem-mesem,

Bojojojo

Advertisements
Hobby

Berapa Harga Outfit Lo?

Beberapa hari ini lagi asik ngebahas soal hypebeast atau apalah istilahnya itu, sama Suami.

Awalnya sih gegara sepupu nge-share postingan twitter, ada orang yang upload potongan video interview seseorang kepada orang lain dan menanyakan harga outfit-nya dari kepala sampai kaki. Kebetulan yang ditanya itu orang Kalimantan Selatan, jadi lah pertanyaan di antara kita, anak siapa nih?
Waktu liat video itu langsung tercengang dan ngakak, karena total outfit dia dari kepala sampai kaki itu puluhan juta. Jaket satu aja harganya sampai belasan juta. Omaigat. Ku merasa shock.

Karena penasaran, saya liat lagi video lain dan menemukan beberapa potongan video serupa di twitter yang sama. Saya tonton hampir semua yang ada di twitter itu dan terbelalak menemukan ada orang yang pakai outfit sampai ratusan juta. Buahahaha.. Benar-benar luar biasa.

Sebelum melihat beberapa video itu, yang ada di pikiran saya, mereka ini cuma anak-anak orang kaya yang ngabisin duit orangtuanya. Tapi di beberapa video itu juga, si penanya menanyakan kepada orang-orang itu, pekerjaan mereka, mereka dapat duit dari mana, apa outfit itu dibeli sendiri, dsb. Ternyata sebagian besar dan bahkan mungkin hampir semua yang di interview itu adalah pedagang, gaes. Mereka adalah orang-orang yang punya bisnis offline/online di bidang fashion. Basic-nya mungkin hobi yang akhirnya jadi usaha. Mungkin saja modal memang dari orang tua, tapi saya pikir mereka pintar muterin uangnya. Nggak cuma ngabisin, tapi juga ngehasilin uang.

Satu yang menarik perhatian, di salah satu potongan video yang saya liat itu, ada anak 18 tahun, punya omset tertinggi sampai 433 juta, dan penghasilan dia sendiri sebagai supplier untuk beberapa toko online rata-rata 150 juta. Mameen, 18 tahun penghasilannya segitu. Jadi masih wajar aja kali ya kalau outfit dia sebadan itu 70-80 juta. Masih lebihan duit diyee. Wkwkwk.

Dari nonton beberapa video itu, saya menemukan istilah Raffle, apa lagi nih? Karena penasaran juga, saya searching di Youtube dan ada yang menjelaskan soal Raffle. Benar-benar baru tahu dan baru ngerti apa itu Raffle. Kalian cari aja sendiri ya apa itu Raffle.
Saya juga cari tuh di Youtube video asli dari potongan-potongan yang saya liat di twitter. Nemu? Nemu doong. Dan lagi, saya menemukan kenyataan bahwa mereka itu benar-benar menjadikan hobi sebagai penghasil uang. Si pemilik akun a.k.a si penanya di video itu juga sempat menjelaskan di video yang lain bagaimana bisnis ini berjalan. Kenapa bisa para supplier itu dapat penghasilan begitu besar. Terus bagaimana si penjual menjadikan dirinya sebagai iklan berjalan. Barang yang mereka pakai, barang yang kita rasa waah itu, yang saat melihatnya kok rasanya gilaa banget beli barang harga segitu. Sebenarnya, dia bilang mereka itu lagi jualan, lagi promosiin barang dagangan mereka. Kata dia, itu Self Advertising. Dan pasti, adaaa aja nanti orang dengan kesenangan yang sama, bakal beli barang itu. Kalau kita sih rada mustahal ngeluarin uang sebanyak itu buat outfit sebadan. Wkwkwk

Saya membahas ini dengan Suami. Dia lebih ngerti merek-merek yang disebutin di video itu. Saya nggak paham semua, yang saya tahu paling Nike, Adidas, dan merek lain yang sering saya liat KW-nya. Hahaha. Merek barang-barang yang Hype itu asing banget di telinga saya. Suami bilang, memang keuntungannya cukup besar bisnis seperti ini. Tapi juga perlu modal yang besaar banget kalau mau memulai.
Sampai tadi malam kita masih bahas ini, kadang ketawa miris juga sih. Saat liat kenyataan bahwa celana Wrangler itu biasa aja bagi mereka. Padahal kalau Suami mau beli celana, Saya biasanya shock liat harganya, itu juga udah nyari yang diskonan. Harga satu celana bisa buat beli outfit saya sebadan, rada nggak rela akutu. Wkwkwk.

Saya share info yang saya dapat ini di grup sepupu-sepupu, karena tadinya saya dapat info awal video dari situ. Mereka bilang, kok saya niat banget sampai cari tahu se-detail itu. Saya bilang, biar saya nggak menduga-duga, biar tau kenyataannya, bahwa ternyata mereka beli barang-barang itu dari hasil bekerja, bukan cuma minta sama orang tua.

Ngapain sih nonton gituan? Hiburan sih kalau saya bilang. Saya tu ngakak banget waktu ada yang bilang, “Ini kaos biasa aja, 6 juta“. Baah. Warbiasa kan? Wkakak. Kalau nggak tahu detail di balik layarnya, pasti bakal mikir ni orang kaya pamer amat. Nah kalau ternyata mereka jualan, ya nggak masalah kan? Lagian duit-duit mereka juga. Mereka juga usaha. Kita sih ambil baiknya aja lah, Saya bilang juga sama Suami. Saya jadi dapat pengetahuan baru soal merek-merek yang Hype itu. Saya juga jadi tau kalau yang saya dengar Vetmong itu ternyata tulisannya Vetements. Jauh banget kan tulisan sama bacaan? Wkwkwk.

Jadi, berapa harga outfit lo?

XOXO,
Aku yang hobi beli gamis lucu di bawah 200ribu

PS: Pagi ini baru menemukan kenyataan bahwa orang Kalsel di video awal yang saya tonton adalah tetangga saya. Dan dia juga pedagang barang-barang hype itu. Sekian. Wasalam. 😀