Daily

Pejuang Hari Pertama

Hari ini – 10 Mei 2018.

Pagi. Libur kerja.

Saya sempatkan menulis cerita tentang kemaren dan hari sebelumnya.

Cerita kami menjadi pejuang hari pertama.

Untuk film 212.

Menjadi pejuang di hari pertama bukan tanpa perjuangan. Ya namanya juga jadi pejuang, masa nggak ada tantangan? Hahaha.

Saya sudah tahu tanggal 9 Mei 2018 bakal tayang film 212. Salah satu film yang saya nantikan kehadirannya. Saya sudah bilang sama Suami kalau bisa kita nonton di hari pertama.

Tapi ternyata di tempat saya tinggal, Banjarmasin, XXI Duta Mall tidak masuk dalam daftar bioskop yang akan memutar film 212. Di Kalimantan Selatan, cuma Cinemaxx Q-Mall Banjarbaru yang akan menayangkan. Info ini saya dapat dari postingan instagram @212movie. Saya cek website XXI memang tidak ada film 212 di jadwal penayangan XXI Banjarmasin.

Broadcast dari grup whatsapp membuat keinginan untuk menonton semakin besar. Betapa pentingnya untuk menonton film di hari-hari pertama penanyangannya. Karena ini akan menentukan nasib film selanjutnya, akan bertahan lama atau turun layar dengan cepatnya.

Di grup teman-teman SMA salah seorang teman juga mengingatkan kembali soal film ini. Tadinya, mengingat hari ini tanggal merah, saya berencana nonton di hari ini saja, saya bisa nonton lebih tenang karena tidak harus keburu jam kerja. Nggak perlu nonton malam karena bisa siang-siang, mengingat perjalanan nenuju Banjarbaru perlu waktu kurang lebih 1 jam dari tempat saya.

Tapi… Setelah melakukan pengecekan di website Cinemaxx. Jadwal film 212 di Q-Mall Banjarbaru hanya ada di tanggal 9. Di tanggal 10, 11 dan seterusnya, film ini tidak ada. Why oh why? Apa karena belum tentu banyak peminatnya jadi mereka jadwalkan satu hari dulu? Bisa jadi.

Kemarin lusa – 8 Mei 2018

Akhirnya keputusan dibuat. Saya sudah dapat oke dari Suami, kita berangkat ke Banjarbaru tanggal 9 Mei untuk nonton. Janjian sama teman saya yang tinggal di Martapura. Salah satu teman yang ada di Banjarmasin juga ikut. Saya ajak ponakan saya 3 orang. Jadi dari Banjarmasin rencananya kami berangkat ber-6.

Diskusi dengan teman-teman saya di grup, tadinya mau beli tiket on the spot, titip sama teman yang rumahnya dekat. Tapi saya takut kehabisan atau malah dapat tempat di depan. Jadi kita putuskan beli tiket online. Sebenarnya suami sudah ingatkan kalau beli online setahu dia harus pakai kartu kredit. Tapi kata teman saya bisa. Jadi saya coba saja.

Saya instal dulu app Cinemaxx biar lebih gampang. Dan ternyataaa. Benar saja. Saat hendak melakukan payment, pilihannya hanya ada dengan kartu kredit. Saya mana punya kartu kredit. Hahahaha.

Bingung. Saya kembali dari proses payment ke proses sebelumnya. Daaan, kursi yang saya pilih tadi sudah taken. Oh nooo. Tapi masih ada kursi lain yang available di bagian atas.

Segera saya tanya saudara yang seingat saya punya kartu kredit. Lama. Belum ada balasan. Saya searching di Google cara beli tiket di Cinemaxx kalau nggak punya kartu kredit. Ini beneran saya search begini. Dan ternyata. Ada yang menjelaskan kalau bayar tiket Cinemaxx online bisa lewat Doku wallet. Apalagiiii itu? Baru kali ini saya dengar soal Doku Wallet. Tapi tadi kan nggak ada pilihan lain selain kartu kredit?

Jadi saya coba cek di website Cinemaxx. Saya pilih kursi lagi. Lalu sampai pada tahap payment dan benar saja. Ada 3 pilihan metode pembayaran. Kartu Kredit, Doku Wallet dan Ovo kalau saya nggah salah. Saya cari info soal Doku Wallet. Oh, ternyata dia semacam t-cash nya Telkomsel. Saya instal app Doku Wallet dan coba isi saldo. Perlu 20-30 menit untuk topup saldo setelah ditransfer, kata tulisan di aplikasinya.

Btw, pas saya pilih kursi untuk kedua kali. Kursi yang saya bilang sudah taken sebelumnya, muncul lagi dengan keterangan available. Dan barulah saya sadar, ada tulisan bahwa kursi yang dipilih akan terblok selama 15 menit. Jadi seolah sudah taken untuk memberi kita waktu melakukan proses sampai selesai pembayaran. Mereka ngasih limit sekitar 10 menit dari setelah kita pilih kursi sampai tahap pembayaran.

Saldo Doku sudah terisi. Kursi dipilih lagi. Saya pilih kursi pertama yang sekarang sudah available. Proses payment saya pilih Doku. Lalu diarahkan untuk Sign In dan siap melakukan pembayaran, tapi gagal. Ternyata saya belum setting pin di app untuk pembayaran via Doku. Hahahaha.

Setelah setting. Masukan pin. Berhasil. Alhamdulillah. Kebeli sudah 8 tiket nonton jam 7.45 malam. Perjuangan selesai? Belum, saudara-saudara. Hahaha.

Hari H – 9 Mei 2018

Saya bekerja seperti biasa. Siangnya, saat istirahat siang, saya tawarkan kepada ponakan yang ada di Banjarbaru untuk nonton juga. Saya lupa ngajakin dia. Hahaha. Jadilah siang itu saya beli satu tiket yang dekat dengan kita. Karena yang sejajar kita sudah taken juga. Saya suruh dia berangkat sendiri, terpaksa, karena mobil sudah full. Hehe.

Semua teman dan ponakan sudah di kontak. Rencana berangkat dari Banjarmasin setelah saya pulang kerja. Paling cepat 5.30 sore. Karena saya pulang jam 5 sore. Janjian ketemuan di Mesjid Q-Mall sekalian Sholat Magrib.

Kenyatannya?

Saya baru bisa pulang kerja hampir jam setengah 6 karena sesuatu dan lain hal. Hahahaha. Saya yang bikin rencana. Saya juga yang mengacaukannya. Akhirnya kita berangkat dari rumah hampir jam 6 sore. Batal sholat di mall, kita mampir di mesjid pinggir jalan, karena sudah masuk waktu sholat magrib. Rencananya juga saya mau makan dulu habis sholat magrib di sana. Kalau begini apa keburu ya? Saya minta ponakan yang di Banjarbaru untuk berangkat dan pesan makan duluan kalau dia sudah sampai. Untuk menghemat waktu, pikir saya.

Di depan mall, salah satu ponakan saya mengabarkan bahwa di XXI Banjarmasin menayangkan film 212 hari itu, jam 12 dan jam 5 sore. Hwaat?? Tapi nggak keburu juga sih kalau mau ke sana hari ini tadi. Iya, ke Banjarbaru ini sudah pilihan tepat, hibur kami pada diri sendiri. Hahaha

Sampai di sana, ternyata ponakan saya juga masih ngantri. Saya ambil tiket dulu ke atas baru balik lagi ke tempat makan. Makan belum selesai, sudah masuk waktu shalat Isya. Hectic ya kita? Hahaha. Kita tetap selesaikan makan, ketemu teman di Mesjid, ngasih tiket mereka, Sholat Isya, baru masuk bioskop. Jam 8 malam kita baru masuk dan film sudah mulai tentunya.

Kurang lebih 2 jam kita di sana dan setelah selesai nonton harus banget foto-foto. Perjuangan ini perlu di abadikan. Pertama kalinya pulang dari bioskop semalam ini. Sejauh ini dari rumah. Sehectic ini kejadiannya. Hahaha.

Sampai rumah kurang lebih jam 11.30 malam. Saya masih sempat upload foto malam itu, sebelum akhirnya tertidur tanpa cuci muka dan lain sebagainya. Barbie lelah sodara-sodara. 😂

Hari ini lagi – 10 Mei 2018

Iseng saya cek app Cinemaxx. Ternyata di jadwal hari ini, masih ada film 212. Masya Allah, luar biasa. Berarti para pejuang di hari pertama berhasil menghabiskan tiket sehingga banyak yang tidak kebagian dan pihak bioskop mengadakan lagi di hari selanjutnya. Begitu kan?

Saya cek juga web XXI dan benar saja, film 212 tayang di XXI Banjarmasin. Jam 12 dan jam 5 sore. Alhamdulillah. Berarti banyak yang berminat dan mencari sehingga pihak bioskop memberi layar untuk film ini.

Semoga bertahan lama di layar bioskop seluruh Indonesia. Semoga semakin banyak film-film kebaikan untuk kita nikmati. Salam untuk seluruh pencinta film dan pencinta kebaikan.

Banjarmasin, 10 Mei 2018

Leyeh-leyeh setelah lelah,

Arifah Marhamah

Ps: ini baru perjuangannya, review filmnya insya Allah saya tulis juga, tapi dipostingan berbeda, ya. 😉

Update:

Hari ke 3 – 11 Mei 2018

Di Cinemaxx Q-Mall Banjarbaru masih tayang. Di XXI Duta Mall Banjarmasin tambah jam tayang, sebelumnya cuma 2x, hari ini 4x. Masya Allah.

Advertisements
Daily

Silaturahim dengan Ibu Netty. Saya: “Apakah semua Istri Gubernur secerdas ini?”

Bulan Februari lalu saya berkesempatan hadir di acara Silaturahim dengan Ibu Netty, Istri Pak Aher, Gubernur Jawa Barat. Alhamdulillah Suami kasih izin untuk hadir karena acara ini dilaksanakan malam hari. Acara ini memang termasuk dadakan dan untuk kalangan terbatas karena menyempatkan di sela waktu beliau berkunjung ke Kalimantan Selatan. Terjadwal jam 7 malam ternyata baru dimulai hampir jam 9 malam. Seperti yang saya bilang tadi, acara ini nyempat-nyempatin di antara jadwal padat beliau. Memang baru selesai dari jadwal sebelumnya. Beliau langsung menuju ke tempat acara malam itu, di Rumah Anno milik PKK Kalsel.

Continue reading “Silaturahim dengan Ibu Netty. Saya: “Apakah semua Istri Gubernur secerdas ini?””

Food · Review

1st Food Review : Ta Wan

Saya nggak hobi makan sih sebenarnya. Makan di luar juga jarang, paling cuma sesekali. Kalau jajan lumayan sering sih. Apa bedanya coba? Hahaha.

Jum’at kemarin makan di Ta Wan sama suami. Kita makannya sambil ngomong udah kaya kritikus makanan tapi ngasal. Jadi terinspirasi deh buat bikin review ala food blogger. Meski nggak sebagus yang pro tapi tulis aja lah ya, sekalian share pengalaman. Hahaha.

Continue reading “1st Food Review : Ta Wan”

Random

Prosa Karangan Sendiri

Sebenarnya saya malas terlibat. Sangat malas. Menjauh kalau bisa. Kalau sudah terlibat. Pasti lelah. Medannya juga tidak mudah.

Tapi mau bagaimana? Saya melihat kelahirannya di depan mata. Pernah membersamainya beberapa masa. Saya besar bersamanya. Saya dewasa mendengar semua cerita tentangnya. Saya tak mungkin menjauh. Apalagi membenci. Terutama saat ini.

Membicarakannya menjadi mengasikkan. Seasik membahas “Virus Merah Jambu” atau “Munakahat” saat saya masih SMA. Mencoba memahaminya menjadi sebuah kebutuhan. Karena kita harus paham untuk bisa memahamkan orang, bahwa sekarang ada pilihan. Bahwa ada orang-orang yang perlu dukungan, bukan hujatan. Bahwa mereka sedang berjuang di “medan perang”.

Semoga Allah melindungi mereka. Menjaga niat mereka. Membersamai mereka sampai tercapai tujuan kita.

Amiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

Banjarmasin, 27 Februari 2018

Arifah Marhamah