Hobby

Hospital Playlist / Wise Doctor Life

Yang sering ditanyakan…

Judul dramanya apa?
Judulnya adalah Hospital Playlist / Wise Doctor Life
Proyek terbaru dari Shin Won Ho PD yang mungkin akan menghiasi status saya dalam beberapa pekan ke depan.
Terutama weekend karena tayang tiap Kamis malam.

Tidak pernah ditanya, tapi saya pengen cerita…

Kenapa harus sebegitunya?
Hospital Playlist adalah drama yang ditunggu-ditunggu dari Shin PD setelah proyek terakhirnya tahun 2017.

Kalau pernah nonton Reply 1997, Reply 1994, Reply 1988, Prison Playbook/Wise Prison Life, yaa, ini Sutradara yang sama.

Kenapa ditunggu-ditunggu?
Karena proyek Shin PD layak untuk ditunggu wkwkwkwk



Reply 1997 – Tahun 2012
Meninggalkan kesan cukup mendalam. Alur cerita yang unik.
Sulit ditebak tapi bikin kita pengen nebak nebak karena memang dibuat untuk ditebak terutama nebak siapa suaminya? 不
Pertama kali nonton drama yang pakai dialek daerah, awalnya aneh, tapi lama-lama, biasa aja.
Pemeran utama yang sempat diragukan karena penyanyi / idol yang baru terjun di dunia akting tapi ternyata malah booming.
Mengangkat cerita tetang hardcore fans yang sampai nginap di depan rumah idol dan bolos sekolah demi nonton konser tapi pulang ke rumah rambut malah dikutal Abah. Hahahaha 不
Menumbuhkan harapan bagi saya / kami saat itu, bahwa wanita gelo macam dia pun masih ada yg mau, bahkan dijadiin istri 不不不

Reply 1994 – Tahun 2013
Masih dengan tema tebak-tebak suami.
Awal mula perpecahan di dunia persilatan karena ending yang memicu perdebatan.
Penonton terbagi menjadi dua dan perang sulit dielakkan
Meskipun yang saya “bela” adalah pemenangnya, tapi saya akui bahwa foto di episode terakhir itu tidak masuk akal.
Drama yang berhasil mengangkat nama seorang “Trash” ke puncak popularitas setelah sekian lama menjadi aktor.

Reply 1988 – Tahun 2015-2016
Pesan kehidupan semakin teras karena settingnya sekitaran tetangga.
Kita masih tebak-tebak suami di sini yaa.
Saya memilih netral karena tak ingin kecewa. Haha.
Tapi pemirsa? Tentu saja terbagi dua.
Uniknya, yang tak jadi di drama, malah jadi di dunia nyata, sungguh obat bagi hati penonton yang sebelumnya terluka 不
Menyabet banyak penghargaan saat tvN mengadakan acara Awards untuk pertama kalinya.

Kejadian bersejarah yang dimasukkan dalam drama:
Reply 1997 – Krisis Ekonomi
Reply 1994 – Mall runtuh kalo nggak salah
Reply 1988 – Olimpiade, Demo Mahasiswa, Diperbolehkannya menikah dengan marga yang sama

Yang tentu saja tak boleh dilupakan di Reply Series.
Siapapun tokoh utamanya.
Orangtuanya selalu Sung Dong Il & Lee Il Hwa 不不不

Kami menunggu.
Menunggu Reply Series berikutnya.
Banyak gosip, banyak berita.
Entah tahun berapa yang akan diangkat dan dijadikan cerita.

Tapi ternyata.
Shin PD muncul dengan series berbeda.
Dia berencana membuat drama dengan tema dark/black comedy.

Kemudian lahirlaaah..

Prison Playbook / Wise Prison Life – Tahun 2017-2018
Episode pertama sudah bikin sesak dada karena tokoh utama langsung dipenjara.

Setting tentu saja di Prison.
Menampilkan kisah dan interaksi antara tahanan dan staff penjara.
Seperti biasa, alur unik yang sulit ditebak.
Bahkan karakter yang tak terduga.
Dikira jahat eh baik. Dikira baik eh jijik.
Penuh lika liku.
Penuh pesan bermakna.
Drama yang hangat sekaligus kocak.

Melihat track record itulah, Hospital Playlist jadi sangat ditunggu.

Sebagai penggemar Romantic Doctor, Saya tak akan membandingkannya dengan Hospital Playlist.

Dugaan sementara, Hospital Playlist tidak akan seintens Romantic Doctor dalam hal medical scene. Tidak akan meggebu karena berbagai macam operasi.

Wise Doctor Life…
Mungkin akan lebih banyak bercerita kehidupan mereka sebagai dokter yang berusaha wise?

Di episode pertama, sudah terasa hawa-hawa kehangatan dalam sebuah drama.

Ah, kurindu drama yang hangat nan kocak.

Kita lihat saja kelanjutannya dalam 3 bulan ke depan ya..

Yes, tetap 3 bulan meskipun cuma 12 episode karena tayangnya seminggu sekali.
Gosipnya mau dibikin beberapa season lagi.
Anjaay.

Selamat menunggu wahai para pemirsa.


Salam,

Amahrifa

Baiti Jannati

Body Shaming

Seringkali body shaming terjadi dan dimulai justru dari keluarga sendiri.

Gendut banget. Kurus banget. Rambutnya tipis banget. Rambutnya ikal banget.

Dan berbagai kalimat serupa lainnya yang biasanya diucapkan sebagai basa basi belaka atau bentuk kegemasan semata. Hal ini sulit dihindari apalagi saat ada acara kumpul keluarga besar, contohnya seperti kemarin.

Ponakan saya yang berusia 4 tahun hadir di acara keluarga. Banyak keluarga jauh yang datang. Dia, diajak untuk kenal dengan keluarga dan salim dengan orang yang lebih tua. Anaknya sih nurut, pinter banget dia. Tapi setiap kali melihat dia, dia justru mendapat kalimat seperti, udah besar ya sekarang, gendut banget, gede banget badannya”, dan semisalnya.

Saya sih tau itu adalah ungkapan kegemasan dan ketakjuban karena lama tak bertemu dia. Jangankan mereka, Saya, Amahnya yang sekarang buat ketemu satu minggu sekali saja susah, kadang takjub dengan tumbuh kembangnya. Kadang secara tidak sadar ikut mengomentari fisiknya. Alhamdulillah, pas ketemu keluarga dan ditanya-ditanya, dia masih mau jawab meskipun badannya kadang kesana kemari, entah karena ogah-ogahan atau bete tapi dia masih jawab.

Saya yang agak risih dengan segala ungkapan itu. Kenapa?

Karena minggu sebelumnya waktu saya nengokin dia, dia cerita, ada orang dewasa (bukan keluarga tapi saya lupa siapa) yang sering ngatain dia gendut, dia marah, nggak suka. Waktu itu saya cuma bisa bilang, “Kalau nanti ada yang bilang kamu gendut, jawab aja, tapi Aku sehat“.

Eh, seminggu kemudian dia malah terima komen sejenis itu dari banyak orang yang notabene keluarga. Dia belum cukup mengerti bahwa ini bukan ejekan. Tapi karena saya sudah dengar cerita dari dia, anak 4 tahun ini cerita ketidaksenangannya dibilang gendut, saya cuma berharap dia tidak terlalu mendengar.

Emangnya kenapa sih dengan ungkapan-ungkapan itu?

Secara tidak sadar itu adalah bentuk body shaming yang kita lakukan terhadap anak kecil yang juga punya perasaan. Secara tidak sadar kita sedang menyakiti perasaannya. Perasaan sakit hati ini bisa membuat dia tidak percaya diri, membuat dia tidak mencintai dirinya sendiri.

Berdasarkan pengalaman orang yang saya tahu, pernah dengar/baca cerita orang lain juga. Rasa sakit hati ini benar-benar tersimpan hingga dewasa. Dan tak mudah akhirnya untuk membuat dia mencintai dirinya sendiri dan menghargai apa yang sudah Allah kasih ke dia.

Sejak tahu bahwa ada rasa insecure yang muncul setelah mendapat body shaming, bahwa ada orang yang trauma karena body shaming, mendengar curhatan ponakan kecil saya, saya jadi lebih berhati-hati berucap terutama saat bertemu dia. Semoga bisa jadi pengingat juga saat saya bertemu keluarga, melihat anak orang lain, atau siapapun agar tidak mengomentari fisiknya. Karena sebenarnya, mengomentari fisiknya juga sedang mengomentari Penciptanya.

Saya berharap ponakan-ponakan saya tumbuh jadi anak sholeh/sholehah, sehat, cerdas dan mensyukuri apapun yang ada pada dirinya. Menjadi anak yang menyejukkan hati dan pandangan orang di sekitarnya. Menjadi anak yang mengantar orangtua dan keluarganya ke-Syurga. Amiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Kepada semua keluarga atau orang yang pernah kenal saya, saya mohon maaf jika dulu atau selama ini pernah terucap kalimat bernuansa body shaming dari mulut saya, baik sengaja ataupun tidak.

Stop Body Shaming, dimulai dari mulut kita sendiri.

Stop Body Shaming, dimulai dari keluarga kita sendiri.

Salam,

Amahrifa

Daily · uncategorized

Jikalau tak senang dengan cara dakwah mereka, tak perlulah menistakan mereka sedemikian rupa.
Mana tahu, mereka sedang mencoba berdakwah dengan cara yang mereka bisa.
Mana tahu, kemampuan mereka merangkai kata dan merenda cerita, bisa menggunggah hati orang-orang yang enggan hadir di kajian dalam masjid kita.

Anda siapa?
Apalah saya, manusia biasa yang masih sering nonton drama korea.
Pun tak setangguh ponakan saya yang hanya ke bioskop jika ada film dakwah saja.

Hanya saja, setahu saya, dakwah dilakukan tak hanya dengan satu cara.
Pun yang didakwahi tak hanya satu golongan saja.
Anggaplah mereka sedang mencoba merangkul golongan-golongan yang tak terjangkau tangan kebanyakan kita.

Lalu saya, sudah berkontribusi apa?

Daily

#belajardarimama: Berdagang

Dulu waktu sering lihat Mama berdagang, seingat saya, saya pernah bertanya kenapa Mama menjual sprei yang warna dan motifnya menurut saya nggak banget.

Mama bilang, “Kalau jadi pedagang itu nggak bisa cuma jual barang yang kita senangi. Kamu nggak suka warna dan motif itu, tapi ada orang lain yang suka. Jadi nggak bisa menjadikan kesukaan kita sebagai patokan untuk memilih barang dagangan.

Dan sekarang saat sedang belajar berdagang, saya membuktikannya.
Sesuatu yang saya pikir biasa saja, ternyata lumayan banyak peminatnya. Hahaha.

Selama ini, saya selalu menjual produk yang pernah saya pakai.
Karena saya pikir, saat saya tahu kualitasnya, saya bisa dengan PD untuk menjualnya.

Hal ini juga saya pelajari waktu dulu sering ikut sharing bareng teman-teman di HPAI.
Karena di HPAI memang tujuan utamanya bukan menjual produk, karena kita bukan sales.

Tujuannya adalah mengajak orang lain untuk hijrah produk serta merasakan manfaatnya, dan kita bisa menyampaikan itu saat kita sendiri sudah merasakan manfaat dari produk yang kita pakai.

Makanya sampai sekarang saya nggak hafal semua produk dan kegunaannya kecuali yang selalu saya konsumsi. Hahaha.

Tapi apa yang Mama bilang itu tentu ada benarnya. Beliau adalah pedagang dengan pengalaman puluhan tahun. Dan itu juga berusaha saya praktekkan saat berdagang.
Saya menjual produk yang saya tahu kualitasnya, tapi saya juga berusaha memperluas varian, misalnya dari segi warna. Karena preferensi setiap orang berbeda, kan?

Yang mau liat dagangan saya, cek ig/shopee @halwasttal ya

Baiti Jannati

090719: Kue Ta’aruf dan Box Cantik

9 Juli 2019

Pulang kerja tiba-tiba suami nyamperin ke dapur sambil ngasih plastik isinya kock bulutangkis.

Ngapain di kasih ke saya?” Saya bilang.

Iya, sebelumnya dia emang udah ngasih tau kalau mau beli kock bulutangkis dulu sebelum pulang, buat main besok sama teman-temannya.

Ternyata isi plastiknya nggak cuma kock. Ada kotak hadiah warna biru berpita pink juga.

Surprise..

Saya nggak bisa mengontrol tawa bahagia sumringah nan membahana.

Terus dia bilang, “Ayo guling-guling dulu“. 不不不

Belum selesai sampai di situ. Pas masuk kamar. Saya dapati kotak Brownies Amanda Coklat Keju di atas kasur. Saya langsung terbaring senang, hampir guling-guling. Hahahaha.

Senang sekali saya dikasih surprise dan semua ini ada cerita sebelumnya.

Beberapa hari yang lalu saya iseng nanya Suami, “Tanggal 9 Juli nanti mau dikasih surprise nggak? Mau dibeliin bunga?“. Mau ngasih surprise kok ngasih tau kan nggak niat banget. Hahaha.

Teruus soal Brownies.

Pagi tanggal 9 Juli itu saya sempat melas sama Suami, minta dibeliin kue ta’aruf.

Yang, nanti beli kue ta’aruf yok?

Apa? Untuk-untuk?

Bukaan itu.. Eh iya sih, kue ta’aruf sebenarnya memang untuk-untuk ya, kalau brownies itu kue interview. Hahaha

Jadi ceritanya, dulu waktu dia pertama kali ketemu Alm. Kakak Saya sebelum kita ta’aruf, dia bawa Brownies Amanda Coklat Keju sebagai buah tangan. Setelah pertemuan itu, kuenya di bawa Kakak saya ke rumah Abah. Dan setelah kami menikah, kalau liat Brownies Amanda Coklat Keju, Ponakan saya selalu bilang itu Kue Ta’aruf. Jadilah Brownies Amanda itu dapat gelar kue ta’aruf. Setelah diingat lagi, pas dia ta’aruf sama saya itu kue yg ada sebenarnya memang kue untuk-untuk. Tapi Brownies Amanda sudah kadung jadi Kue Ta’aruf. Wkwk.

Kotak cantik itu…

Jauuh hari sebelumnya kami pernah mampir ke toko alat tulis, nyari keperluan saya dan hadiah buat ponakan. Di sudut toko itu ada pojok khusus kotak hadiah dan kertas kado cantik. Pas liat kotak-kotak lucu itu seingat saya, saya bilang gini, “Nanti mau dong Yang dikasih hadiah pakai ini“.

Dan benar aja, hadiah di Hari Anniversary kemaren beli di toko itu plus kotak cantiknya juga.

What a Man banget sih kamu Bojojojo~

Jazakallahu khairan katsir

Love,

Bojojoy