Daily

Sakit Gusi dan HNI HPAI

Dua hari yang lalu gusi nampaknya bengkak.
Saya ingat ada obat kumur, kumur-kumur malam, Subuhnya justru lidah yang terasa nggak enak, kayak mati rasa gitu.
Iwak karing telang masak asam pun jadi tak seenak biasanya. 😑

Kemaren, gusi masih belum pulih.
Mencoba meingat produk HNI untuk sakit gigi atau gusi.

Andrographis Centella, penghilang nyeri alami.
Karena tak biasa mengkonsumsi ini, jadi tak punya stok yang dibuka, kita skip saja.
Meski akhirnya tahu Wafa ternyata punya. 😅

Apalagi produk yang selalu ready di rumah?

Minyak Herba Sinergi (MHS), minyak seribu manfaat.
Jujur saja ini selalu saya jadikan pilihan terakhir kalau harus masuk mulut.
Kalau batuk, selama masih bisa dihandel sama Madu S Jaga, MHS nanti dulu yaa 😁
Yang pernah minum MHS pasti tau dong rasanya? 🤣

Meski sudah sering minum, meski sudah tahu manfaatnya, kadang masih susah menghadapi kenyataan soal rasa dan after effectnya a.k.a sendawa dengan nuansa MHS.
Kalau buat pegel, luka, jerawat, mau diguyur juga tak masalah selama Suami ridho 😍

Apalagi yang ada di rumah, yang rasanya lumayan dan bisa dipakai buat gusi?
Pasta Gigi Herbal HNI.
Pilihan saya tadi malam jatuh pada pasta gigi ini.
Sebelum tidur, saya ambil sedikit pasta gigi dan kemudian ditempelkan di area gusi yang bengkak.
Rasanya ada mint-mint nya gitu, tertelan? Tak masalah kan?
Alhamdulillah, tadi Subuh sudah jauh lebih enak, gusinya sudah tidak bengkak lagi.

Salah satu alasan senang pakai produk HNI karena selalu ada alternatif yang sesuai preferensi/toleransi kita terhadap rasa dan satu produk tidak bekerja untuk satu fungsi saja.

Jadi produk HNI favoritmu apa?
#nantikitaceritatentangHNIlagi

Daily · uncategorized

Jikalau tak senang dengan cara dakwah mereka, tak perlulah menistakan mereka sedemikian rupa.
Mana tahu, mereka sedang mencoba berdakwah dengan cara yang mereka bisa.
Mana tahu, kemampuan mereka merangkai kata dan merenda cerita, bisa menggunggah hati orang-orang yang enggan hadir di kajian dalam masjid kita.

Anda siapa?
Apalah saya, manusia biasa yang masih sering nonton drama korea.
Pun tak setangguh ponakan saya yang hanya ke bioskop jika ada film dakwah saja.

Hanya saja, setahu saya, dakwah dilakukan tak hanya dengan satu cara.
Pun yang didakwahi tak hanya satu golongan saja.
Anggaplah mereka sedang mencoba merangkul golongan-golongan yang tak terjangkau tangan kebanyakan kita.

Lalu saya, sudah berkontribusi apa? 🙁

Daily

#belajardarimama: Berdagang

Dulu waktu sering lihat Mama berdagang, seingat saya, saya pernah bertanya kenapa Mama menjual sprei yang warna dan motifnya menurut saya nggak banget.

Mama bilang, “Kalau jadi pedagang itu nggak bisa cuma jual barang yang kita senangi. Kamu nggak suka warna dan motif itu, tapi ada orang lain yang suka. Jadi nggak bisa menjadikan kesukaan kita sebagai patokan untuk memilih barang dagangan.

Dan sekarang saat sedang belajar berdagang, saya membuktikannya.
Sesuatu yang saya pikir biasa saja, ternyata lumayan banyak peminatnya. Hahaha.

Selama ini, saya selalu menjual produk yang pernah saya pakai.
Karena saya pikir, saat saya tahu kualitasnya, saya bisa dengan PD untuk menjualnya.

Hal ini juga saya pelajari waktu dulu sering ikut sharing bareng teman-teman di HPAI.
Karena di HPAI memang tujuan utamanya bukan menjual produk, karena kita bukan sales.

Tujuannya adalah mengajak orang lain untuk hijrah produk serta merasakan manfaatnya, dan kita bisa menyampaikan itu saat kita sendiri sudah merasakan manfaat dari produk yang kita pakai.

Makanya sampai sekarang saya nggak hafal semua produk dan kegunaannya kecuali yang selalu saya konsumsi. Hahaha.

Tapi apa yang Mama bilang itu tentu ada benarnya. Beliau adalah pedagang dengan pengalaman puluhan tahun. Dan itu juga berusaha saya praktekkan saat berdagang.
Saya menjual produk yang saya tahu kualitasnya, tapi saya juga berusaha memperluas varian, misalnya dari segi warna. Karena preferensi setiap orang berbeda, kan?

Yang mau liat dagangan saya, cek ig/shopee @halwasttal ya 😉