Kejar Setoran

Kejar Setoran

Saya dan teman-teman satu lingkaran lagi kejar setoran. Sampai akhir Februari harus bisa menyelesaikan targetan hafalan masing-masing. Menghafal memang harus diniatkan dan dilaksanakan dengan betul-betul. Saya belum bisa seperti orang-orang yang meluangkan waktu khusus untuk mengulang dan menambah hafalan. Biasanya kalau sudah mau setoran tiap minggu, baru deh mulai diulang dan ditambah. Cara menghapal seperti ini biasanya memungkinkan kita untuk mengingatnya, namun hanya bertahan sebentar saja.

Read more

Wajah itu

Wajah itu

Wajah murung itu ternyata belum pergi.

Sudah bilangan tahun berlalu.
Wajah itu masih menyimpan rasa pilu.
Setidaknya begitu, yang tertangkap oleh mataku.

Masih teringat dengan jelas.
Sosok kecil pemalu yang selalu bersembunyi di balik badan Sang Ibu.
Belasan tahun lalu, saat kami, mungkin pertama kali bertemu.

Kisah hidupnya yang terlalu mengharu biru.
Masih kuingat dengan jelas di benakku.
Hingga saat ini.

Ditinggal pergi-entah kemana-oleh Si Ayah saat ia masih dalam kandungan.
Sang Ibu meninggal dunia saat ia masih berumur tujuh tahun-an.

Sendiri. Dia benar-benar sendiri.

Wajah pemalu itu kini bertambah pilu.
Seperti itu, yang tertangkap oleh mataku, dulu.

Sekarang, anak ini sudah tumbuh dewasa.
Masih setia melanjutkan pendidikannya.
Sendiri, tanpa sanak keluarga di sisinya.

Keluarga, lebih manis saat berada jauh dari kita”, ujar si Anak suatu ketika.

Mungkin, keluarga tak bisa banyak membantunya.
Mengantarnya ke sana, berharap masa depan yang lebih baik untuknya.
Mendoakan dari kejauhan, untuk segala kebaikannya.
Semoga Allah selalu melindunginya, di manapun dia berada.

@KopiSOB

@KopiSOB

anak-anak gahoel Banjarmasin mesti tahu apa itu KopiSOB.
Kalau nggak tahu, berarti nggak gahoel.. Haha..

KopiSOB ini cafe bukan sih? Apa warung kopi? hehe
Yang jelas, yang punya masih muda.
Yang datang ke sana kebanyakan kawula muda.

Lancang banget ya saya ngomong KopiSOB, padahal ke sana juga belum pernah.. Huhu..

Beberapa owner KopiSOB ini adik-adik tingkat saya di kampus. (bener kan?)
Sejak mereka buka cafe, sampai saat ini, saya belum pernah menginjakkan kaki ke sana.
Kenapa?
Karena mereka bukanya cuma malam hari.
Dan itu,,, masalah buat gue. Huh!

Yup. Warung Kopi ini buka malam hari, habis magrib kalau nggak salah, sampai waktu yang tidak ditentukan, hahaha.
Saya nggak tahu juga mereka tutup jam berapa. (eh, tiap malam jumat tutup deng, owner nya pada ngaji, hehe)
Biasa dijadikan tempat nonbar para pencinta sepakbola..

Cafe yang setahu saya punya area beratapkan langit ini dilengkapi wi-fi.
Bertambah lah anak muda yang suka onlen pada nongkrong di sana.

Saya tahu ini juga dari dengar cerita temen-temen yang ke sana.
Atau liat foto-foto nya kopisob.

Nasib emang..
Sampai sekarang belum bisa ke sana.

Saya bukan pencinta kopi.
Minum kopi sebulan sekali juga nggak.
Minum kopi cukup bahaya bagi penderita maag semacam saya ini.

Saya suka ngumpul-ngumpul sama temen, tapi nongkrong malam-malam bukan kebiasaan saya.

Lantas kenapa saya pengen ke sana?

Yaa, karena saya pengen ke sana.
Pengen liat adik-adik saya yang sudah luar biasa, punya usaha sendiri.
Dan itu mengagumkan menurut saya.*prok prok prok*

Datang ke sana hanya untuk mengapresiasi usaha mereka..
Lagian, saya juga bisa nyoba masakan mereka kan?
Soalnya di sana nggak cuma jualan kopi.
Setahu saya ada menu lain juga.

Dan pertanyaan ini muncul lagi.
Kapan ya saya bisa ke @KopiSOB?

Salam hangat, sehangat kopi @KopiSOB

ArifahMarhamah