Aku Tak Ingin Menyesal

Aku Tak Ingin Menyesal

Aku tak ingin menyesal karena hari ini belum mencium tangannya.

Aku tak ingin menyesal karena hari ini belum memeluknya.

Aku tak ingin menyesal karena hari ini belum tersenyum kepadanya.

Aku tak ingin menyesal karena hari ini belum menyiapkan keperluannya.

Aku tak ingin menyesal karena hari ini belum bertanya tentang keadaannya.

Aku tak ingin menyesal karena hari ini belum mendoakan kebaikan untuknya.

Aku hanya, tak ingin menyesal.

Advertisements
Dear…

Dear…

Pemikiran yang sama tak sengaja terungkapkan.
Ternyata kita satu pemahaman.

Tak ingin mencintai secara berlebihan.
Mencoba tidak terlalu ketergantungan.
Takut nanti akan merasa sangat kehilangan.

Karena akan datang suatu hari yang sudah pasti.
Salah satu akan ditinggal pergi.
Menghadap Illahi Robbi.

Tapi tak perlu ragu. Tak perlu dipertanyakan.
Karena aku tahu kita saling sayang.

“Maaf jika tidak bisa mencintaimu sepenuh hati dan segenap jiwa. Karena sesungguhnya penggenggam hati dan pemilik jiwa ini adalah Dia”.

Teman segalamu,
Arifah Marhamah

Mencari Sebab serta Mencari Alasan

Mencari Sebab serta Mencari Alasan

Jadi ceritanya, beberapa hari yang lalu sebelum berangkat kerja, saya menjemur sepatu di atas mobil Abah.

Sorenya pas pulang kerja, saya lihat mobil itu pindah posisi. Saya ingat tadi pagi jemur sepatu. Jadi saya tanya Abah di mana sepatu saya.

“Bah, sepatu aku dipindahin ke mana?”

“Sepatu yang mana? Kamu naroh di mana?”

“Di atas mobil Abah tadi pagi”.

“Astagfirullahal’adzim. Mobil itu tadi Abah pakai keluar. Abah nggak sadar ada sepatu kamu di atas mobil”.

Read more