Daily

#belajardarimama: Berdagang

Dulu waktu sering lihat Mama berdagang, seingat saya, saya pernah bertanya kenapa Mama menjual sprei yang warna dan motifnya menurut saya nggak banget.

Mama bilang, “Kalau jadi pedagang itu nggak bisa cuma jual barang yang kita senangi. Kamu nggak suka warna dan motif itu, tapi ada orang lain yang suka. Jadi nggak bisa menjadikan kesukaan kita sebagai patokan untuk memilih barang dagangan.

Dan sekarang saat sedang belajar berdagang, saya membuktikannya.
Sesuatu yang saya pikir biasa saja, ternyata lumayan banyak peminatnya. Hahaha.

Selama ini, saya selalu menjual produk yang pernah saya pakai.
Karena saya pikir, saat saya tahu kualitasnya, saya bisa dengan PD untuk menjualnya.

Hal ini juga saya pelajari waktu dulu sering ikut sharing bareng teman-teman di HPAI.
Karena di HPAI memang tujuan utamanya bukan menjual produk, karena kita bukan sales.

Tujuannya adalah mengajak orang lain untuk hijrah produk serta merasakan manfaatnya, dan kita bisa menyampaikan itu saat kita sendiri sudah merasakan manfaat dari produk yang kita pakai.

Makanya sampai sekarang saya nggak hafal semua produk dan kegunaannya kecuali yang selalu saya konsumsi. Hahaha.

Tapi apa yang Mama bilang itu tentu ada benarnya. Beliau adalah pedagang dengan pengalaman puluhan tahun. Dan itu juga berusaha saya praktekkan saat berdagang.
Saya menjual produk yang saya tahu kualitasnya, tapi saya juga berusaha memperluas varian, misalnya dari segi warna. Karena preferensi setiap orang berbeda, kan?

Yang mau liat dagangan saya, cek ig/shopee @halwasttal ya 😉

Baiti Jannati

Mother’s Parenting

Saya itu paling senang kalau hadir di acara seminar parenting. Meski baru dua kali saya ikut, tapi saya berencana akan hadir kembali jika kelak ada seminar serupa dan waktu yang bersesuaian dengan jadwal saya.

Menjadi orang tua itu tidak ada sekolahnya. Setidaknya acara seperti ini bisa jadi tambahan ilmu buat saya nanti. Lebih bagus belajarnya sebelum kita berumah tangga, kan?

Continue reading “Mother’s Parenting”

Baiti Jannati

Ma…

“Mama ga bisa datang pas kamu nikah. Mama ga bisa bantu beli perlengkapan nikah.”

Jelas.. Sangat sejas.
Kalimat ini diucapkan Mama dengan sangat jelas.

Tidak tahu, apakah ini mimpi dari Allah atau dari Syaitan atas kerinduan yang begitu mendalam..

Senang sekali karena sudah lama tidak bermimpi bertemu Mama.
Sedih rasanya, karena kalimat ini diucapkan beliau sambil meneteskan air mata.

Semoga Allah selalu melapangkan kubur Mama, menghapus segala dosa Mama, menerima segala amal ibadah Mama dan mengumpulkan kita kembali di Syurga-Nya.
Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

Anak Mama, Si Bungsu
Arifah Marhamah