Hobby

Ta’aruf sama Bola

Bungsu: Malam ini ada pertandingan bola, Jerman yang main nih. Hehe..

KakakIpar1: Amah suka bola juga?

Kakak1: Iya, amah ini suka bola.. Ga tau deh ntar kalau ta’aruf, masa iya mau bilang ke calon kalau kamu suka bola?

Bungsu: Gak papa juga kan Kak? Siapa tau dia juga suka bola, naah, malah ada temennya nonton kan? Hahahaha

KakakIpar1: Bener juga tuh..

Kakak3: Lebih bagus lagi kalau kalian dukung tim yang beda. Kalau dukung tim yang sama kan ga asik.

Bungsu: Iyaa, bagus lagi kalau aku dukung Real Madrid, dia dukung Barcelona. Musuh bebuyutan!
Hahaha

*dialog ini terjadi bukan sebelum final Jerman vs Argentina, ane lupa fase kapan, yang jelas sebelum Jerman tanding di piala dunia ini juga. Eciyeee, Jerman menang niyee.. Hahaha..
*udah nasib, umur segini segala sesuatu ujung2nya lari ke urusan pernikahan, bahkan urusan bola sekalipun. Hahaha
*sekian serba serbi piala dunia di rumah saya
*satu lagi, ane ga dukung klub manapun, ane cuma tau timnas Jerman. hahaha

Salam Olahraga!!

 

Hobby

GERMANY!!! FINALLY!!! >.<

Akhirnya.. penantian panjang ini berujung bahagia.
Jerman bisa meraih tropi Piala Dunia ke-4 bagi mereka.

Entah sejak kapan tepatnya saya mendukung mereka.
Tapi sejak mengenal sepakbola, piala dunia, saya selalu jadi supporter setia.
Ah iya, mungkin sejak Oliver Kahn jadi kapten timnasnya.

Apa yang membuat saya jatuh cinta pada pandangan pertama?
Miroslav Klose.
Saya ingat bagaimana saya takjub saat melihat gol sundulan dari kepalanya.
Yang kemudian baru saya tahu bahwa dia memang terkenal dengan sundulan yang luar biasa.

Sejak itulah saya selalu mendukung Jerman.
Meskipun tak pernah meraih kemenangan.
Saya tak pernah meninggalkan.

Jerman.
Akhirnya.
Semua jerih payah terbayar sudah.

Penantian panjang bagi Basti dan kawan-kawan yang tergabung dalam Golden Generation 2006.
Lebih panjang lagi bagi Klose yang terjun lebih dulu ke lapangan.

Rasanya bahagia.
Dukungan yang selama ini selalu diberikan tak berujung sia-sia.
Meskipun cinta pertama, Klose, sudah tak lagi ikut meramaikan tim nantinya.
Saya akan tetap dukung mereka.

Selamat Jerman.

Selamat :’)

Hobby

sehen Sie bei Weltmeisterschaft 2014

Lagi.
Jerman harus kalah dari Italia.
Kejadian berulang, mengingatkan kita pada Semi Final Piala Dunia Tahun 2006.

Dini hari tadi, Jerman ditaklukkan oleh Italia dengan Skor 2-1.
Italia dengan kedua gol Balotelli memastikan diri untuk berhadapan dengan Spanyol di partai final.
Jerman, yang dihadiahi penalti dari kaki Ozil, harus ikhlas menerima kekalahan..

(kalau diliat-liat, tulisan saya di atas semacam berita di koran-koran, haha)

Waahh, tim Favorit saya harus pulang.
Sediih. Pengen nangis rasanya..
Tapi, saya bangga.
Hingga detik penghabisan.
Skuad muda ini berjuang tak kenal lelah.
Bahkan sang kiper, Neur, berani meninggalkan gawang jauh dari penjagaan, mendukung temannya di tengah hingga depan.
Melihat permainan Ozil dan kawan-kawan, saya rasa sungguh luar biasa..
Setidaknya mereka kalah bukan karena permainan yang tidak bagus, bukan karena menyerah setelah tertinggal 2-0 dari Italia di babak pertama.
Mereka kalah, karena memang takdir mereka kalah.

Di awal pertandingan, sebenarnya Jerman punya peluang untuk membobol gawang Buffon, tapi beruntungnya ada Pirlo si Hero yang berhasil menggagalkan kebahagiaan Jerman..

Selain itu,, Jerman juga punya peluang lain saat terjadi kemelut di muka gawang. Buffon pun lengah, tapi, lagi-lagi, ada yang menyelamatkan gawang Italia, dan saya nggak tau namanya.. hahaha

Kedua Gol Balotelli, saya rasa memang tak bisa dihindari.
Neur tak dapat berkutik.
Balotelli berada di hadapannya, head to head.
Neur bahkan sempat memberikan applause kepada Balotelli di gol keduanya..
Saya rasa dia sendiri takjub.

Dan masih banyak lagi, saya pikir, peluang Jerman untuk memasukkan bola ke dalam gawang.
Apalagi saat corner kick yang berhamburan untuk Jerman.
Sampai pada akhirnya,, hadiah Penalti diberikan, dan membuat tipis ketertinggalan Jerman.
Ozil mengeksekusi, 1 gol untuk Jerman.
Hal ini tak mampu membuat Jerman menang, karena ini terjadi di 2 menit terakhir additional time.

Well, Jerman kalah dan harus pulang.
Mereka berjuang sampai akhir, saya juga mendukung sampai akhir.
Mereka ikhlas menerima kekalahan, saya juga mencoba ikhlas.
Toh, ini hanya sebuah permainan.
Kalah menang itu biasa kan? *mencoba tabah*

“Sicher zurück nach Hause, machen Sie eine Pause, und wir sehen uns bei Weltmeisterschaft 2014
Back home safely, take a rest, and see you at World Cup 2014