Daily

#belajardarimama: Berdagang

Dulu waktu sering lihat Mama berdagang, seingat saya, saya pernah bertanya kenapa Mama menjual sprei yang warna dan motifnya menurut saya nggak banget.

Mama bilang, “Kalau jadi pedagang itu nggak bisa cuma jual barang yang kita senangi. Kamu nggak suka warna dan motif itu, tapi ada orang lain yang suka. Jadi nggak bisa menjadikan kesukaan kita sebagai patokan untuk memilih barang dagangan.

Dan sekarang saat sedang belajar berdagang, saya membuktikannya.
Sesuatu yang saya pikir biasa saja, ternyata lumayan banyak peminatnya. Hahaha.

Selama ini, saya selalu menjual produk yang pernah saya pakai.
Karena saya pikir, saat saya tahu kualitasnya, saya bisa dengan PD untuk menjualnya.

Hal ini juga saya pelajari waktu dulu sering ikut sharing bareng teman-teman di HPAI.
Karena di HPAI memang tujuan utamanya bukan menjual produk, karena kita bukan sales.

Tujuannya adalah mengajak orang lain untuk hijrah produk serta merasakan manfaatnya, dan kita bisa menyampaikan itu saat kita sendiri sudah merasakan manfaat dari produk yang kita pakai.

Makanya sampai sekarang saya nggak hafal semua produk dan kegunaannya kecuali yang selalu saya konsumsi. Hahaha.

Tapi apa yang Mama bilang itu tentu ada benarnya. Beliau adalah pedagang dengan pengalaman puluhan tahun. Dan itu juga berusaha saya praktekkan saat berdagang.
Saya menjual produk yang saya tahu kualitasnya, tapi saya juga berusaha memperluas varian, misalnya dari segi warna. Karena preferensi setiap orang berbeda, kan?

Yang mau liat dagangan saya, cek ig/shopee @halwasttal ya 😉

Baiti Jannati

090719: Kue Ta’aruf dan Box Cantik

9 Juli 2019

Pulang kerja tiba-tiba suami nyamperin ke dapur sambil ngasih plastik isinya kock bulutangkis.

Ngapain di kasih ke saya?” Saya bilang.

Iya, sebelumnya dia emang udah ngasih tau kalau mau beli kock bulutangkis dulu sebelum pulang, buat main besok sama teman-temannya.

Ternyata isi plastiknya nggak cuma kock. Ada kotak hadiah warna biru berpita pink juga.

Surprise..

Saya nggak bisa mengontrol tawa bahagia sumringah nan membahana.

Terus dia bilang, “Ayo guling-guling dulu“. 🤣🤣🤣

Belum selesai sampai di situ. Pas masuk kamar. Saya dapati kotak Brownies Amanda Coklat Keju di atas kasur. Saya langsung terbaring senang, hampir guling-guling. Hahahaha.

Senang sekali saya dikasih surprise dan semua ini ada cerita sebelumnya.

Beberapa hari yang lalu saya iseng nanya Suami, “Tanggal 9 Juli nanti mau dikasih surprise nggak? Mau dibeliin bunga?“. Mau ngasih surprise kok ngasih tau kan nggak niat banget. Hahaha.

Teruus soal Brownies.

Pagi tanggal 9 Juli itu saya sempat melas sama Suami, minta dibeliin kue ta’aruf.

Yang, nanti beli kue ta’aruf yok?

Apa? Untuk-untuk?

Bukaan itu.. Eh iya sih, kue ta’aruf sebenarnya memang untuk-untuk ya, kalau brownies itu kue interview. Hahaha

Jadi ceritanya, dulu waktu dia pertama kali ketemu Alm. Kakak Saya sebelum kita ta’aruf, dia bawa Brownies Amanda Coklat Keju sebagai buah tangan. Setelah pertemuan itu, kuenya di bawa Kakak saya ke rumah Abah. Dan setelah kami menikah, kalau liat Brownies Amanda Coklat Keju, Ponakan saya selalu bilang itu Kue Ta’aruf. Jadilah Brownies Amanda itu dapat gelar kue ta’aruf. Setelah diingat lagi, pas dia ta’aruf sama saya itu kue yg ada sebenarnya memang kue untuk-untuk. Tapi Brownies Amanda sudah kadung jadi Kue Ta’aruf. Wkwk.

Kotak cantik itu…

Jauuh hari sebelumnya kami pernah mampir ke toko alat tulis, nyari keperluan saya dan hadiah buat ponakan. Di sudut toko itu ada pojok khusus kotak hadiah dan kertas kado cantik. Pas liat kotak-kotak lucu itu seingat saya, saya bilang gini, “Nanti mau dong Yang dikasih hadiah pakai ini“.

Dan benar aja, hadiah di Hari Anniversary kemaren beli di toko itu plus kotak cantiknya juga.

What a Man banget sih kamu Bojojojo~ 😘

Jazakallahu khairan katsir 🤗

Love,

Bojojoy

Food

090719: Sop Ayam

Sop Ayam adalah Masakan Mama yang jadi menu favorit Saya dan keluarga.

Setelah mereka menikah pun, kalau Mama masak Sop Ayam, mereka selalu tak bisa menolak untuk makan di rumah atau setidaknya bungkus untuk keluarga kecil mereka.

Mungkin tidak seperti rumah keluarga lain, Sop Ayam lebih sering jadi pilihan Menu Lebaran di Rumah Kami dibandingkan Soto Banjar atau Ketupat Sayur.

Di hari saya Wisuda, setelah selesai acara kami tidak makan di luar seperti keluarga lain, lebih memilih untuk pulang ke rumah karena Mama sudah masak Sop Ayam.

Sop Ayam jadi semacam Masakan untuk merayakan sesuatu, di rumah kami.

Hari ini, 9 Juli 2019, bertepatan dengan 2 tahun pernikahan saya, Saya masak Sop Ayam.

Sebetulnya tidak ada niatan untuk merayakan. Karena memang sudah terjadwal saja dan kebetulan bertepatan.

Dan karena kemungkinan kita tidak bisa dinner malam ini,, jadi kita lunch saya dulu ya Bojojojoku~ 😘

Baiti Jannati

Dear Bojojojo…

Dear Bojojojo…

Semoga Allah selalu memberkahi pernikahan kita, menjadikan kita keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah dan suatu saat nanti menganugerahkan kita keturunan yang sholeh dan sholehah.

Jazakallahu khairan katsir, Ya Habibi.
Untuk segala-mu selama dua tahun ini dan seterusnya, insya Allah.

Semoga Allah selalu melindungimu dan kita semua di manapun berada.

Semoga Allah balas segala kebaikan yang engkau berikan selama ini dengan sebaik-baik balasan.

Semoga kita selalu bisa saling membersamai dalam kebaikan dan ketaatan.

Semoga segala apa yang kita cita-citakan mendapat Ridho Allah dan membawa kebaikan.

Semoga Allah kumpulkan kita kembali di Syurga-Nya sebagai Suami Istri, bersama keluarga besar kita.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin..

Kiss n Hug,
Bojojoy