Baiti Jannati

BTS: 9 Juli 2017 (Part 1)

Dalam rangka mendekati satu tahun Saya dan Suami ta’aruf. Jadi pengen sharing seluk beluk soal pernikahan kita. Dari persiapan sampai hari H.

Kalau nggak keberatan, pantengin aja. 😎

Setelah Suami mengutarakan niat baiknya, saya arahkan dia menghubungi Kakak2. Jadi orang pertama yang dia temui sebenarnya Kakak2, saat menyerahkan CV.

Kakak1 diberitahu belakangan dan ternyata pengen bertemu juga. Jadilah diatur pertemuan dengan Kakak1, bareng Kakak2 juga. Hasil pertemuan mereka saat itu juga jadi salah satu faktor yang membuat saya mengatakan ‘oke lanjut’ untuk bertemu.

Singkatnya…

Setelah ta’aruf sebanyak dua kali dan istikharah berkali-kali. Akhirnya kami mantap untuk melanjutkan proses ke tahap berikutnya, yaitu proses Khitbah.

Iya. Saya dan Suami ta’aruf bertemu sebanyak 2 kali dan tentunya kami didampingi Kakak1 dan Kakak2. Ta’aruf pertama tanggal 26 Februari 2017. Ta’aruf kedua saya lupa tanggal berapa. Hahaha.

Sebanyak apa pertemuan untuk taa’ruf tergantung keperluan masing-masing. Ada yang cuma perlu bertemu satu kali. Ada yang perlu dua atau tiga kali, bahkan mungkin lebih.

Pada ta’aruf terakhir ini dibahas sedikit mengenai proses Khitbah. Kakak1 menjelaskan bahwa saat proses khitbah nanti, Suami atau keluarganya yang mewakili mengkhitbah saya secara resmi kepada Ayah saya dengan ucapan jelas “Saya/Kami Khitbah” yang kemudian dijawab Ayah saya dengan kata “Kami Terima”. Kalimat inilah yang akan mengikat seorang wanita sehingga ia tidak boleh menerima khitbah dari pria lain. Kecuali khitbah sebelumnya telah dibatalkan.

Diputuskan tanggal untuk mengkhitbah, 6 Mei 2017.

Beberapa hari sebelumnya, Kakak1, Abah, Saya dan Tante, sudah membicarakan kira-kira apa yang akan dibahas saat pertemuan itu. Kakak1 bilang ada baiknya disampaikan usulan-usalan atau jika ada keinginan saya mengenai pernikahan entah itu konsep atau sebagainya. Bahkan saya boleh menyebutkan mahar yang saya inginkan, tentunya yang tidak memberatkan. Saya ucapkan kepada Abah maunya saya, dan nanti Abah yang menyampaikan kepada keluarga suami.

Saat itu, saya sampaikan kepada Abah.

Saya ingin acara pernikahan diadakan satu waktu di satu tempat dan satu hari saja. Akad Nikah lalu Resepsi. Tak perlu ada acara hantaran/seserahan. Kalau memang ada yang mau diserahkan kepada saya 😁, saya minta dibawa saja saat akad nikah. Saya tahu jadi pengantin itu pasti bakal capek. Jadi cukup satu hari saya capeknya. Hahaha.

Jadi begini, di kota saya itu ada kebiasaan melakukan acara hantaran/seserahan, lalu akad nikah, lalu resepsi. Ini bisa dilakukan dalam beberapa hari. Biasanya acara seserahan dan akad nikah dijadikan satu hari. Kemudian resepsi di hari yang lain. Acara seserahan ini tidak sesederhana menyerahkan bingkisan saja. Ada semacam sambutan penyerahan, penerimaan, berbalas pantun, dll. Belum lagi terkadang acara resespsi bisa diadakan dua kali. Satu kali di tempat mempelai pria. Satu kali di tempat mempelai wanita. Bisa jadi di hari berbeda, selang satu minggu misalnya. Bisa juga di hari yang sama, pengantin diarak dari satu tempat ke tempat lain. Membayangkan saja saya capek. Hahaha.. 🤣🤣🤣

Saya ingin acaranya dilakukan di rumah Abah. Ini adalah cita-cita saya dari dulu. Melangsungkan pernikahan di rumah. Keluarga juga kayaknya lebih enak kalau acaranya di rumah. Meski harus kerja rodi beberes rumah sebelum dan sesudah hari H. 😂

Desain undangan. Saya pengennya simpel. Ukuran setengah folio. Bagian depan judul dan kolom untuk nama yang di undang. Bagian belakang isi undangan. Nggak perlu dilipat-lipat. Bentuk yang macam-macam. Toh nanti dibuang juga sama orang. 🤣

Nampaknya saya banyak maunya yaa. Wkwkwk.

Alhamdulillah. Suami dan keluarganya juga sepakat dengan usulan kami. Ternyata suami juga nggak ingin terlalu ribet. Jadilah diadakan sesuai dengan usulan tadi. Btw, Suami dan keluarganya juga dimintai pendapat perihal acara ini, jadi mereka setuju bukan karena paksaan dari kami lo yaa 😅

Karena keluarga sepakat untuk menyegerakan hal baik, jadi di hari Suami datang mengkhitbah itu juga ditentukan segala macam hal, termasuk tanggal pernikahan. Disepakati tanggal 9 Juli 2017 sebagai hari H dengan berbagai pertimbangan. Iya. Cuma 2 bulan dari waktu khitbah. 😂

Pertimbangan untuk memilih tanggal itu sangat banyak. Memang sebaiknya, akad nikah diadakan secepatnya setelah khitbah. Bulan Juni nampaknya terlalu cepat, bagaimanapun juga banyak persiapan yang harus dilakukan, belum lagi Bulan Juni masih Bulan Ramadhan. Keluarga kami mengusulkan Bulan Juli. Dua bulan memang cukup singkat, tapi mungkin saja dilakukan jika semua mau turun tangan.

Ada 4 hari minggu di Bulan Juli. Tanggal 2, 9, 16, 30. Awalnya diusulkan tanggal 2 Juli. Tapi ternyata Suami agak kesulitan jika mengajukan cuti di tanggal itu. Saya juga nampaknya agak kerepotan karena awal bulan biasanya pekerjaan cukup padat. Tanggal 30 Juli sudah fix punya Naimah, jangan bikin acara barengan, Sis. Hahaha. Tersisa tanggal 9 dan 16. Saya berharap semua ponakan saya bisa hadir di pernikahan saya, jadi dipilihlah tanggal 9 Juli karena mereka masih dalam masa libur lebaran. Meski tanggal 10 mereka sudah harus balik ke sekolah masing-masing. Hehe.

Kenapa nggak Agustus aja? Kan lumayan persiapan lebih panjang. Nggak terlalu lama nggak terlalu cepat juga.

Bulan Agustus, Mertua saya dijadwalkan menjalani operasi, jika diadakan setelah operasi akan cukup lama menunggu masa pemulihan agar bisa beliau berhadir, jadi lebih baik diadakan sebelum beliau operasi. Sepupu saya juga resepsi di bulan Agustus, jadi biar fokus semua keluarga. Satu bulan cukup satu orang saja yang bikin repot. Hahaha.

Wait… Ini baru sampai penentuan tanggal? Rasanya sudah panjang sekali saya menulis. Hahaha.

Biar tidak kepanjangan dan tidak membosankan, saya lanjutkan di post berikutnya aja ya. Semoga bisa berakhir di Part 2. Kalau nggak bisa terpaksa bikin Part 3 dan seterusnya. 😄😄😄

Btw, hari ini tepat 1 tahun yang lalu Suami saya bertemu Almarhum Kakak1.

15 Februari 2018

XOXO,

Arifah Marhamah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s