Baiti Jannati

Aqiqah Simple Version

Kemarin sore kita dapat kiriman nasi kotak yang berisi menu kambing.

Yup. Ada bayi yang baru lahir lagi di keluarga kami. Anak kedua dari sepupu saya.

Sempat saya share di status WA bagaimana tampilannya dan bagaimana ini sudah menjadi semacam tradisi di keluarga kami. Aqiqah bayi yang baru lahir bisa kok sesimpel itu.

Tercetuslah ide untuk membuat tulisan yang lebih panjang dari status WA itu siapa tau bisa jadi informasi tambahan bagi Bapak-Ibu yang ingin meng-Aqiqah-i anaknya.

Saya tidak tahu persis siapa yang memulainya di keluarga kami. Seingat saya, kebiasaan ini sudah cukup lama dilakukan.

Tak ada acara resmi. Tak ada undangan. Tak ada hiasan. Tak ada EO. Cukup kita dan orang catering yang bekerja. Hahaha.

Kambing yang kita pesan dan sebaiknya disembelih langsung oleh Bapaknya bayi, kemudian diserahkan kepada catering yang terampil mengolah menu masakan kambing.

Sebenarnya bisa dimasak sendiri kalau memang bisa. Karena mengolah kambing itu perlu keahlian khusus, biasanya kami serahkan saja kepada ahlinya. Hehe.

Kambing yang sudah dimasak lalu dimasukan ke dalam kotak bersama nasi dan kawan-kawannya. Di atas kotak diberi tulisan yang berisi keterangan nama bayi dan orang tua yang sedang berbahagia. Bisa ditambahkan doa agar yang menerimanya bisa ikut mendoakan anak kita. Setelah itu, nasi kotak tinggal dibagikan kepada keluarga dan tetangga.

Biasanya, kami memesan menu masakannya saja dan memasukkan ke dalam kotak secara mandiri. Sekarang, kalau mau lebih gampang, bisa langsung terima beres sampai jadi nasi kotakan, tinggal request sama yang punya catering. Dan kita bisa langsung membagi.

Simpel. Cepat. Hemat.

Bukan berarti kami menjudge orang-orang yang mengadakan acara aqiqah secara besar-besaran. Sekali waktu, kami juga pernah mengadakan acara khusus untuk aqiqah. Kami juga memaklumi, apalagi jika anak itu adalah anak pertama, atau cucu pertama di keluarga. Tidak masalah, selama mengadakan acara itu dilakukan sesuai kemampuan.

Kadang orang tua bayi bisa santai, tapi kakek-nenek yang baru pertama kali punya cucu ingin membuatkan acara khusus menyambut kehadiran keluarga baru. Paham dan maklum. Apalagi keluarga berkecukupan, sama sekali tak masalah.

Hanya saja, bagi keluarga kami-yang nampaknya anak satu itu masih kurang- mengadakan acara khusus untuk aqiqah cukup menguras tenaga dan dompet tentunya. Hahaha.

Orang tua saya punya anak 8 orang. Kakak1 punya sumbangsih cucu 6 orang. Itu baru Kakak1 lo ya. Total cucu orangtua saya saat ini ada 19 orang. Jika semua dibuatkan acara khusus, gempor lah emak-bapak sama kakek-neneknya. 🤣🤣🤣

Tak ada salahnya memikirkan alternatif aqiqah simpel ini untuk keluarga kita karena pada dasarnya sudah terpenuhi sunnahnya. Menyembelih kambing 2 ekor untuk anak laki-laki, 1 ekor untuk anak perempuan. That’s it.

Karena saya biasanya kebagian tugas bikin tulisan yang ditempel di atas kotak, nanti saya share deh gimana contoh formatnya, siapa tau ada yang mau aqiqahan dengan versi simpel ini.

Semoga informasinya bermanfaat dan semoga saya bisa segera membagi nasi kotak kambing atas aqiqah anak saya. Tolong do’anya yaa. 😊

13 Februari 2018

Arifah Marhamah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s