Random

Prosa Karangan Sendiri

Sebenarnya saya malas terlibat. Sangat malas. Menjauh kalau bisa. Kalau sudah terlibat. Pasti lelah. Medannya juga tidak mudah.

Tapi mau bagaimana? Saya melihat kelahirannya di depan mata. Pernah membersamainya beberapa masa. Saya besar bersamanya. Saya dewasa mendengar semua cerita tentangnya. Saya tak mungkin menjauh. Apalagi membenci. Terutama saat ini.

Membicarakannya menjadi mengasikkan. Seasik membahas “Virus Merah Jambu” atau “Munakahat” saat saya masih SMA. Mencoba memahaminya menjadi sebuah kebutuhan. Karena kita harus paham untuk bisa memahamkan orang, bahwa sekarang ada pilihan. Bahwa ada orang-orang yang perlu dukungan, bukan hujatan. Bahwa mereka sedang berjuang di “medan perang”.

Semoga Allah melindungi mereka. Menjaga niat mereka. Membersamai mereka sampai tercapai tujuan kita.

Amiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

Banjarmasin, 27 Februari 2018

Arifah Marhamah

Baiti Jannati

Aqiqah Simple Version

Kemarin sore kita dapat kiriman nasi kotak yang berisi menu kambing.

Yup. Ada bayi yang baru lahir lagi di keluarga kami. Anak kedua dari sepupu saya.

Sempat saya share di status WA bagaimana tampilannya dan bagaimana ini sudah menjadi semacam tradisi di keluarga kami. Aqiqah bayi yang baru lahir bisa kok sesimpel itu.

Tercetuslah ide untuk membuat tulisan yang lebih panjang dari status WA itu siapa tau bisa jadi informasi tambahan bagi Bapak-Ibu yang ingin meng-Aqiqah-i anaknya.

Continue reading “Aqiqah Simple Version”