Goodbye, Jack.

Goodbye, Jack.

Akhirnya dilakukan pembasmian besar-besaran juga. Kakak1 sudah sering mengingatkan saya untuk memusnahkan koleksi Jack Skellington saya. Kemaren lusa koleksi saya di sweeping, lemari-lemari dicek lagi, siapa tahu masih ada bentuk gambar atau pajangan yang bisa jadi sarang jin. Semua harus dimusnahkan, katanya.

Sebenarnya saya tahu kalau foto, pajangan, guci, serta segala hal yang mengandung unsur gambar makhluk hidup bisa jadi tempat jin untuk bersarang. Saya sudah tahu, lama. Sejak foto keluarga super besar diturunkan dari dinding di ruang tamu. Saya tahu kalau foto itu menjadi tempat bersarangnya jin. Sejak saat itu segala bentuk foto dan gambar terpajang diturunkan dari dinding rumah. Kakak5 yang memang suka koleksi boneka juga diingatkan untuk menurunkan semua boneka dari pajangan. Untungnya Mama bukan pengoleksi guci. Kalau ada juga pasti bakal dibasmi.

Iya. Saya sudah tahu sejak dulu. Lalu kenapa saya koleksi benda berbentuk tengkorak itu? Itulaah. Biasa ABG. Haha. Salahkan saja terus masa mudamu itu.

Seperti yang sudah saya singgung dulu. Hobi koleksi itu nampaknya keturunan dari Abah saya. Abah suka koleksi jam tangan dan cincin batu. Sebelum cincin batu ngehits Abah sudah lama koleksi cincin batu. Jam tangan Abah nampaknya lebih dari 10, mungkin 20. Tidak ada yang mahal, tapi bentuknya beragam. Abah sempat ditegur Mama saat mengoleksi jam yang agak mahal. Saat itu memang kondisi keuangan keluarga sudah cukup baik. Akhirnya jam itu dijual. Haha. Tahu sendiri kan, bukan Mama banget kalau beli barang cuma karena pingin, apalagi dengan harga yang cukup mahal, dan dijadikan koleksi. Tapi Mama juga ngerti, itulah hobby Abah, kesenangan Abah. Sebenarnya Abah tak sekedar koleksi. Kalau ada yang naksir jam tangan atau cincin Abah dengan harga yang cocok, bakal dilepas juga. Biasa, pedagang. Kalau pakai istilah Mama yang dagang baju dan batik, kalau ada yang naksir dan mau beli baju yang kita pakai, bakal dilepas saat itu juga. Kasarnya gitu lah.

Sebagian anak-anak mereka ada yang mengikuti kebiasaan Abah. Hobi koleksi barang-barang. Kakak5 dulu hobi koleksi prangko. Sampai sekarang masih ada albumnya. Dia juga suka koleksi boneka dan kertas kado. Hal ini juga menular ke saya. Saya juga pernah koleksi kertas kado lucu. Beberapa masih tersimpan sampai sekarang. Saya pernah koleksi benda-benda berbau 13. Kebanyakan berupa stiker. Ada juga buku yang hanya karena judulnya 13 saya beli. Hahaha. Saya juga hobi koleksi buku. Sayangnya hobi ini tidak sebanding dengan kuantitas membaca saya. Setidaknya untuk beberapa tahun terakhir. Masih ada beberapa buku yang bahkan belum saya buka halaman pertamanya.

Sejak kapan koleksi Jack? Seingat saya saat saya SMA. Dari benda kecil macam stiker, gantungan kunci, gantungan mobil, sampai tas, sendal rumah, bantal, saya punya. Semuanya adalah hadiah. Hadiah dari Kakak saya, loh bukannya Kakakmu melarang? Ini kakak yang lain lagi. Hahaha. Hadiah dari teman saat ulang tahun, dan hadiah saya untuk diri sendiri. Lolol.

Tadinya semua koleksi Jack ini saya simpan di lemari gantung di dalam kamar. Lemari gantung yang pintunya terbuat dari kaca sebagian sehingga Jack bisa terlihat dari luar. Suatu malam, saya mimpi dikerjar puluhan Jack. Horor asli! Besoknya, kaca itu langsung saya tutup kertas kado, jadi Jack tidak bisa terlihat kecuali pintu lemari dibuka. Saat renovasi kamar saya putuskan untuk memindahkan lemari gantung ke luar kamar. Rasanya kamar terlalu penuh sesak. Akhirnya lemari gantung pindah ke ruangan Sholat, masih dengan Jack di dalamnya. Biarin dia di ruangan sholat, biar selalu dengar orang sholat. Pikiran konyol saya. Hahaha.

Sampai beberapa pekan terakhir, Kakak1 makin sering mengingatkan saya untuk memusnahkan semua ini. Dia pikir bisa jadi itu tempat bersarang jin, siapa tau gara-gara ini kamu belum dapat jodoh sampai sekarang. Karena kamu sayang itu Jack, terus kamu juga disayang sama dia. Duh, horor juga.

Saya masih sempat berdalih, kan Jack nya di dalam, nggak kelihatan, ditaruh di tempat sholat lagi. Sudah tau salah, sotoy pula saya ini. Wkwk. Dia bilang nggak ngaruh. Kelihatan atau tidak, kalau cuma dipajang dan disimpan tetap aja namanya pajangan yang bisa jadi tempat bersarang jin. Termasuk koleksi gelas dan mangkuk cantik saya. Dia bilang gelas dan mangkuk itu harus dipakai, jangan cuma dipajang. Jatohnya jadi sama kaya guci, cuma dipajang, ga dimanfaatkan sesuai fungsinya. Padahal saya niatnya mau pakai gelas sama mangkuk pas nikah nanti. Dia bilang pakai aja buat makan bubur kacang dulu. LOL. Mangkuk cantik mah paling nggak dimasukin makanan Korea. Hahaha.

Sampai pada hari kemaren. Jum’at. 24 Februari 2017. Waktunya berpisah dengan Jack. Kakak1 bilang saya harus ikhlas membuang benda kesayangan ini. Tidak perlu menyayangi benda seperti ini. Semoga nanti diganti dengan kesayangan yang lain. Eciyeee.

Setelah tilawah dan membaca ma’tsurat pagi. Saya diminta membaca istighfar, dzikir dan do’a perlindungan, serta surah Al Falaq sebanyak 3 kali. Meminta perlindungan kepada Allah, Sebaik-Baik Pelindung. Lalu saya ludahi semua barang itu satu-satu. Kakak1 bilang ini adalah bentuk penghinaan terhadap barang-barang tersebut. Memajang gambar ciptaan Allah saja tidak boleh, terutama gambar binatang dan manusia. Apalagi benda macam ini. Allah tidak pernah ciptakan makhluk macam ini (Jack), kata Kakak saya. Setelah semua barang diludahi, lalu barang-barang itu dibakar. Pagi itu tidak seperti biasa, ada kegiatan bakar-bakar di depan rumah saya. Membakar si Jack Skellington. Haha.

Foto terakhir sebelum di bakar

Selesai sudah. Habis sudah semua koleksi Jack saya. Ikhlas? Insya Allah saya sudah ikhlas. Kan minta sama Allah diganti sama kesayangan lain yang lebih baik. Hehehe.

Sayangnya saya belum bisa menuliskan dalil-dalil tentang memajang gambar atau foto di sini. Atau tentang Ruqyah dan hal berkaitan dengan jin. Mungkin bisa dicari dari buku, bacaan atau website terpercaya perihal hal tersebut.

Saya cuma bisa share pengalaman saya. Ini juga saya tuliskan sesuai pemahaman saya. Kalaupun ada salah murni dari saya. Semoga bisa diambil hikmahnya. Amiin.

25 Feb 2017

-Arifah Marhamah-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s