Kejar Setoran

Kejar Setoran

Saya dan teman-teman satu lingkaran lagi kejar setoran. Sampai akhir Februari harus bisa menyelesaikan targetan hafalan masing-masing. Menghafal memang harus diniatkan dan dilaksanakan dengan betul-betul. Saya belum bisa seperti orang-orang yang meluangkan waktu khusus untuk mengulang dan menambah hafalan. Biasanya kalau sudah mau setoran tiap minggu, baru deh mulai diulang dan ditambah. Cara menghapal seperti ini biasanya memungkinkan kita untuk mengingatnya, namun hanya bertahan sebentar saja.

Saya berniat menyelesaikan satu surah ini akhir Februari dan itu berarti tinggal beberapa hari. Dari total 56 ayat saya baru dapat sekitar 30 ayat. Seorang teman pernah memberi tips cara menghafal dengan mengulang per ayat minimal 60 kali. Kalau tidak salah cara ini juga pernah saya dengar dari anak Ust. Yusuf Mansyur. Dia sarankan untuk menghafal dengan melihat mushaf terlebih dahulu sebelum menghafal dengan menutup mushaf. Di lain kesempatan saat melihat siaran Islam Itu Indah, Ust. Cecep kalau tidak salah pernah memberi saran untuk mengulang per ayat 20 kali dengan melihat mushaf kemudian mengulang lagi 3 kali tanpa melihat mushaf. Ust. Syam menghafal dengan membagi satu halaman menjadi 4 bagian. Ada juga metode menghafal dengan gerakan yang menggambarkan arti dari ayat tersebut. Beda lagi dengan cara yang dipelajari ponakan saya di pondoknya tapi sama-sama menghafal sembari mengingat arti. Sebetulnya sudah banyak orang yang berbagi cara dan kiat menghafal dengan cepat. Tergantung bagaimana kita ingin melakukannya.

Saya pribadi lebih sering menggunakan metode mendengar. Sebelumnya saya sering mendengar murottal Muhammad Thaha Al Junaid saat dia masih anak-anak. Sekarang saya lebih sering mendengar murottal Imam Masjidil Haram, Syaikh Abdurrahman Sudais.

Dengan mengulang berkali-berkali akan membuat ayat-ayat ini terdengar familiar. Meski kadang pendengaran bisa keliru terutama karena cara murottal setiap orang berbeda. Jika ada kalimat yang kurang jelas barulah saya buka mushaf. Ya, tidak cukup hanya mendengar. Saya juga perlu melihat mushaf untuk memastikan ayat serta tajwidnya.

Saya sempat berpikir kalau saya ini orang visual, karena saya biasanya bisa menceritakan kembali film atau drama yang saya lihat ke orang lain. Tapi saya pikir saya juga rada-rada audio. Karena saya termasuk mudah menghafalkan lagu yang saya dengar. Iya. Lagu. Saya masih suka dengar lagu meskipun tahu lagu bisa mengganggu proses menghafal. Jadi kesimpulannya, saya mungkin orang audio visual. Haha.

Beberapa hari lalu saat melakukan perjalanan dinas. Hampir sepanjang perjalanan pulang pergi saya cuma mendengar murottal melalui handphone. Meski sambil tiduran, murottal saya tetap jalan. Yup. Saya mesti tiduran kalau lagi di perjalanan. Kalau tidak, saya bakal grecokin driver, karena saya pasti panik kalau driver sudah menambah kecepatan, menyalip dan sebagainya. Dalam perjalanan jauh memang saya seringkali merasa takut. Saya lebih memilih tutup mata dan telinga dengar murottal. Jikalau terjadi sesuatu di jalan, saya berharap yang saya dengar terakhir kali adalah Kalamullah. Horor ya? Yang lebih horor itu sehari setelahnya, saudara-saudara.

Hari besoknya, saya buka pagi saya dengan menonton acara musik dari Korea. Iya. Musik. Gimana mau hafal kalau dicampur sama ginian? Jangan ditiru ya teman-teman.

Saya sempat menonton sebentar sebelum kerja. Saya pause karena saya harus berkegiatan. Headset masih di handphone. Kemudian, sayup-sayup terdengar suara murottal yang familiar. Saya celingukan melihat kanan kiri. Siapa yang memutar murottal pagi-pagi? Lalu saya dekatkan headset ke telinga saya. Ternyata bunyi itu dari handphone saya. Saya tidak membuka aplikasi pemutar musik. Apa saya kepencet? Tidak. Aplikasi itu tidak ada di recent app. Saya buka aplikasi dari menu. Benar saja. Dia memutar playlist saya saat di perjalanan kemaren. Murottal surah yang sedang saya hafalkan. Ini horor gaes!

Saya sadar, saya tahu, saya sedang diingatkan dengan niat saya. Niat ingin menyelesaikan hafalan saya. Allah sayang saya. Meski caranya rada horor juga. Hehehe.

Semoga saya bisa menyelesaikan hafalan tepat waktu dan bisa menambah lagi di kemudian hari. Insya Allah.

Salam semangat untuk teman-teman yang juga sedang berjuang menghafal. Semoga Allah mudahkan.

23 Feb 2017

Arifah Marhamah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s