sehen Sie bei Weltmeisterschaft 2014

sehen Sie bei Weltmeisterschaft 2014

Lagi.
Jerman harus kalah dari Italia.
Kejadian berulang, mengingatkan kita pada Semi Final Piala Dunia Tahun 2006.

Dini hari tadi, Jerman ditaklukkan oleh Italia dengan Skor 2-1.
Italia dengan kedua gol Balotelli memastikan diri untuk berhadapan dengan Spanyol di partai final.
Jerman, yang dihadiahi penalti dari kaki Ozil, harus ikhlas menerima kekalahan..

(kalau diliat-liat, tulisan saya di atas semacam berita di koran-koran, haha)

Waahh, tim Favorit saya harus pulang.
Sediih. Pengen nangis rasanya..
Tapi, saya bangga.
Hingga detik penghabisan.
Skuad muda ini berjuang tak kenal lelah.
Bahkan sang kiper, Neur, berani meninggalkan gawang jauh dari penjagaan, mendukung temannya di tengah hingga depan.
Melihat permainan Ozil dan kawan-kawan, saya rasa sungguh luar biasa..
Setidaknya mereka kalah bukan karena permainan yang tidak bagus, bukan karena menyerah setelah tertinggal 2-0 dari Italia di babak pertama.
Mereka kalah, karena memang takdir mereka kalah.

Di awal pertandingan, sebenarnya Jerman punya peluang untuk membobol gawang Buffon, tapi beruntungnya ada Pirlo si Hero yang berhasil menggagalkan kebahagiaan Jerman..

Selain itu,, Jerman juga punya peluang lain saat terjadi kemelut di muka gawang. Buffon pun lengah, tapi, lagi-lagi, ada yang menyelamatkan gawang Italia, dan saya nggak tau namanya.. hahaha

Kedua Gol Balotelli, saya rasa memang tak bisa dihindari.
Neur tak dapat berkutik.
Balotelli berada di hadapannya, head to head.
Neur bahkan sempat memberikan applause kepada Balotelli di gol keduanya..
Saya rasa dia sendiri takjub.

Dan masih banyak lagi, saya pikir, peluang Jerman untuk memasukkan bola ke dalam gawang.
Apalagi saat corner kick yang berhamburan untuk Jerman.
Sampai pada akhirnya,, hadiah Penalti diberikan, dan membuat tipis ketertinggalan Jerman.
Ozil mengeksekusi, 1 gol untuk Jerman.
Hal ini tak mampu membuat Jerman menang, karena ini terjadi di 2 menit terakhir additional time.

Well, Jerman kalah dan harus pulang.
Mereka berjuang sampai akhir, saya juga mendukung sampai akhir.
Mereka ikhlas menerima kekalahan, saya juga mencoba ikhlas.
Toh, ini hanya sebuah permainan.
Kalah menang itu biasa kan? *mencoba tabah*

“Sicher zurück nach Hause, machen Sie eine Pause, und wir sehen uns bei Weltmeisterschaft 2014
Back home safely, take a rest, and see you at World Cup 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s