Abah said, Abah did.

Abah said, Abah did.

Ini hanya sedikit dari apa yang saya dengar dan lihat dari sosok yang disebut “Abah”.

Abah said, “Kalau jalan sama istri, jangan tinggalkan istrimu di belakang, dia tidak boleh hilang dari pandangan“.

Ini adalah pesan Abah buat Kakak Ipar waktu dia dan Kakak Perempuan saya mau pergi haji.
Berjalan di kampung sendiri saja harus bisa melindungi istri, apalagi sedang berada di negara orang..

Abah said, “Kalau naik taksi di negara orang, istri itu naik belakangan, turun duluan“.

Bukannya apa-apa dengan negara orang, ini hanya contoh yang dilakukan Abah saya waktu pergi umroh/haji (saya lupa).
Sebenarnya ini juga berlaku saat di manapun Anda berada.
Karena katanya, ada pengalaman orang lain, saat istrinya naik taksi duluan, suaminya belum masuk, istrinya dibawa sama supir taksi.
Entah ini sengaja atau hanya karena supir mengira si suami juga sudah masuk.
Kebenaran cerita ini juga tidak diketahui.
Tapi, tidak ada salahnya menjadikan cerita ini sebuah pelajaran kan??

Abah did, kalau lagi jalan kaki sama anaknya, pasti digandeng. Dan memposisikan anak di sebelah kirinya. (terutama anak perempuan)

Kenapa? Mari kita lihat kasus di bawah ini.

Baru kemaren sore saya menemui 3 orang ibu yang berjalan kaki dengan anaknya yang masih kecil.
2 dari 3 orang ibu itu menggandeng sang anak dengan posisi anak di sebelah kanan.
Saya tidak mengatakan kalau ibu ini ceroboh, mungkin dia tidak berpikir jauh, bahwa anak yang berada di sebelah kanan itu akan jadi defenceless.
Akan lebih berbahaya karena dia berada dekat dengan jalan raya.
Lain halnya dengan memposisikan anak di sebelah kiri orang tua, orang tua inilah yang menjadi pelindung.
Saya pikir, ini alasan Abah 😀

Sebenarnya pada usia seperti saya, rasanya saya yang harus melindungi kedua orang tua saya.. Berada di sebelah kanan mereka 😀
Namun jika Allah berkehendak, ada saatnya nanti, saya harus melindungi anak saya.
Dan dari yang Abah lakukan, saya belajar apa yang harus dilakukan orangtua.

Salam sayang berselimut doa untuk kedua orang tua tercinta.

Banjarmasin, 13 Juni 2012

ArifahMarhamah

Advertisements

2 thoughts on “Abah said, Abah did.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s