Baiti Jannati

from Eight become One

Tiba-tiba gue kangen 7 musketers yang hidup lebih dulu dari gue..
Meskipun masih sering bertemu mereka, tapi kan nggak satu rumah..
Mereka juga punya urusan rumah tangga sendiri.
Ga bisa diajak main lagi.
*gue juga sibuk sih sebenarnya, hehe*

Tapi kan, tapi kan, tetep aja gue kangen ngumpul kaya dulu.
Main lilin dan lempar bantal pas mati lampu.. Huu 😥

Mungkin yang berasa paling kangen itu sama kakak7,
karena dia yang umurnya paling deket sama gue,
paling sering berantem pas sekolah,
paling tau selera gue *soalnya selera dia bagus, haha*
tapi dia yang paling jauh jaraknya dari gue..
Semoga dia sama keluarga kecilnya selalu dilindungi. Amiin 😀

Akhirnya gue merasakan, bagaimana nasib anak tunggal.
*I know what u feel, Dee*
Meskipun tidak sama, karena setidaknya gue sempat merasakan keramaian punya banyak kakak.
Anak tunggal kan nggak pernah. Jadi gue bersyukur. Hee.

Meskipun sepi, tapi gue juga bersyukur.
Ada banyak quality time buat gue dan kedua orang tua.
Dan gue bebaaaaas bermanja-manja.
Apa yang gue mau bisa jadi lebih mulus karena nggak ada saingan.
Huahahahaha XD *kejam*

Tapi, kalau dipikir lagi..
Gue ngerasa beda aja manja sama ortu dan manja sama kakak.
Oleh karena itu, gue kangen kakak gue.
Kalau ada kakak kan, jd double-triple manjanya. Haa!!

Kalau boleh minta satu aja yang kaya @bayuikhsan, pengen deh disimpen di rumah.
Gue kehabisan stok kakak.
Hahaha.

Dari sekian banyak teman-teman cowok, cuma ini yang masuk kriteria kakak idaman. Haha.
Bayu Ikhsan itu salah satu sohib gue. Sifat dan sikapnya itu mendekati sifat dan sikap kakak-kakak gue.
Mau yaa Yu disimpen di rumah. Hahaha..

Ini juga yang memunculkan kembali ingatan gue sama “obsesi mustahil gue sepanjang masa”
Gue pengen punya saudara kembar cowok! Hahaha.

Gue bahkan sempat bikin cerita yang tak terpublikasikan tentang gue yang punya saudara kembar cowok.

Kalau punya saudara kembar cowok kan bisa nemenin main, bisa jalan bareng, nonton bareng, bisa ke @kopiSOB juga, haha.

Tapi ini semua hanya khayalan semata.
Dan gue rasa, kalau kenyataannya emang punya saudara kembar cowok.
Emangnya dia mau apa nemenin gue ke mana-mana?? Hahaha.

From eight become one, feels unusual.
Just bless and make our family happy, Ya Allah.
Wherever we are.

Banjarmasin, 15 Juni 2012

Arifah Marhamah

Daily

@KopiSOB

anak-anak gahoel Banjarmasin mesti tahu apa itu KopiSOB.
Kalau nggak tahu, berarti nggak gahoel.. Haha..

KopiSOB ini cafe bukan sih? Apa warung kopi? hehe
Yang jelas, yang punya masih muda.
Yang datang ke sana kebanyakan kawula muda.

Lancang banget ya saya ngomong KopiSOB, padahal ke sana juga belum pernah.. Huhu..

Beberapa owner KopiSOB ini adik-adik tingkat saya di kampus. (bener kan?)
Sejak mereka buka cafe, sampai saat ini, saya belum pernah menginjakkan kaki ke sana.
Kenapa?
Karena mereka bukanya cuma malam hari.
Dan itu,,, masalah buat gue. Huh!

Yup. Warung Kopi ini buka malam hari, habis magrib kalau nggak salah, sampai waktu yang tidak ditentukan, hahaha.
Saya nggak tahu juga mereka tutup jam berapa. (eh, tiap malam jumat tutup deng, owner nya pada ngaji, hehe)
Biasa dijadikan tempat nonbar para pencinta sepakbola..

Cafe yang setahu saya punya area beratapkan langit ini dilengkapi wi-fi.
Bertambah lah anak muda yang suka onlen pada nongkrong di sana.

Saya tahu ini juga dari dengar cerita temen-temen yang ke sana.
Atau liat foto-foto nya kopisob.

Nasib emang..
Sampai sekarang belum bisa ke sana.

Saya bukan pencinta kopi.
Minum kopi sebulan sekali juga nggak.
Minum kopi cukup bahaya bagi penderita maag semacam saya ini.

Saya suka ngumpul-ngumpul sama temen, tapi nongkrong malam-malam bukan kebiasaan saya.

Lantas kenapa saya pengen ke sana?

Yaa, karena saya pengen ke sana.
Pengen liat adik-adik saya yang sudah luar biasa, punya usaha sendiri.
Dan itu mengagumkan menurut saya.*prok prok prok*

Datang ke sana hanya untuk mengapresiasi usaha mereka..
Lagian, saya juga bisa nyoba masakan mereka kan?
Soalnya di sana nggak cuma jualan kopi.
Setahu saya ada menu lain juga.

Dan pertanyaan ini muncul lagi.
Kapan ya saya bisa ke @KopiSOB?

Salam hangat, sehangat kopi @KopiSOB

ArifahMarhamah

Baiti Jannati

Abah said, Abah did.

Ini hanya sedikit dari apa yang saya dengar dan lihat dari sosok yang disebut “Abah”.

Abah said, “Kalau jalan sama istri, jangan tinggalkan istrimu di belakang, dia tidak boleh hilang dari pandangan“.

Ini adalah pesan Abah buat Kakak Ipar waktu dia dan Kakak Perempuan saya mau pergi haji.
Berjalan di kampung sendiri saja harus bisa melindungi istri, apalagi sedang berada di negara orang..

Abah said, “Kalau naik taksi di negara orang, istri itu naik belakangan, turun duluan“.

Bukannya apa-apa dengan negara orang, ini hanya contoh yang dilakukan Abah saya waktu pergi umroh/haji (saya lupa).
Sebenarnya ini juga berlaku saat di manapun Anda berada.
Karena katanya, ada pengalaman orang lain, saat istrinya naik taksi duluan, suaminya belum masuk, istrinya dibawa sama supir taksi.
Entah ini sengaja atau hanya karena supir mengira si suami juga sudah masuk.
Kebenaran cerita ini juga tidak diketahui.
Tapi, tidak ada salahnya menjadikan cerita ini sebuah pelajaran kan??

Abah did, kalau lagi jalan kaki sama anaknya, pasti digandeng. Dan memposisikan anak di sebelah kirinya. (terutama anak perempuan)

Kenapa? Mari kita lihat kasus di bawah ini.

Baru kemaren sore saya menemui 3 orang ibu yang berjalan kaki dengan anaknya yang masih kecil.
2 dari 3 orang ibu itu menggandeng sang anak dengan posisi anak di sebelah kanan.
Saya tidak mengatakan kalau ibu ini ceroboh, mungkin dia tidak berpikir jauh, bahwa anak yang berada di sebelah kanan itu akan jadi defenceless.
Akan lebih berbahaya karena dia berada dekat dengan jalan raya.
Lain halnya dengan memposisikan anak di sebelah kiri orang tua, orang tua inilah yang menjadi pelindung.
Saya pikir, ini alasan Abah 😀

Sebenarnya pada usia seperti saya, rasanya saya yang harus melindungi kedua orang tua saya.. Berada di sebelah kanan mereka 😀
Namun jika Allah berkehendak, ada saatnya nanti, saya harus melindungi anak saya.
Dan dari yang Abah lakukan, saya belajar apa yang harus dilakukan orangtua.

Salam sayang berselimut doa untuk kedua orang tua tercinta.

Banjarmasin, 13 Juni 2012

ArifahMarhamah