Mulutmu (bukan) Harimaumu

Mulutmu (bukan) Harimaumu

Tiap orang pasti punya keinginan.
Apa pun itu.
Duniawi atau Akhirati (?)

Ingin makan ini, ingin beli itu, ingin masuk syurga, ingin bertemu Rasul.
Dan masih banyak ingin ingin yang lain, kalian bisa sebutkan sendiri, sesuai dengan isi hati dan isi kantong (?)

Lantas, untuk mewujudkan semua keinginanmu, apa yang biasa kamu lakukan?
A. Minta sama orang tua.
B. Bekerja part time, atau full time aja sekalian, biar bisa memenuhi semua keinginan.
C. Meminta pada paranormal a.k.a dukun yang entah punya IPK berapa hinga sering disebut orang pintar.
D. Meminta kepada Sang Pemilik Langit dan Bumi.

Pilih yang mana?

Ngomong-ngomong soal keinginan,, pernah nggak kamu sebutin keinginanmu itu?
Kamu bilang, Saya mau ini. Saya mau itu.
Pernah?
Atau bahkan menuliskan keinginanmu di dinding/langit2 kamar, sehingga setiap melihatnya kamu termotivasi untuk mewujudkannya?

Kalau menuliskan keinginan, saya jarang melakukan.
Kalau mengucapkannya, sering saya lakukan.

Kebanyakan hanya terbersit di hati, tapi Tuhan Maha Mendengar.
Hampir setiap yang saya ucapkan -meskipun dalam hati- Ia dengar, dan Ia kabulkan.

Saya -dibandingkan dengan kakak-kakak saya- termasuk yang paling jarang jalan-jalan ke luar kota, bahkan tidak pernah menginjakkan kaki ke Pulau Jawa hingga usia saya menginjak 18 tahun.
Pertama kali jalan-jalan ke luar Banjarmasin, waktu itu umur saya berapa yaa, di bawah 18 tahun, dan waktu itu saya pergi ke Balikpapan, Kalimantan Timur.
7 orang kakak saya, setidaknya pernah ke Pulau Jawa sebelum usia mereka 18 tahun.
Bahkan 2 orang kakak saya lahir di Pekalongan.
Semuanya pernah sekolah di luar Banjarmasin.
Kalau saya? Dari brojol sampai sekarang setia dengan Banjarmasin.

Pernah suatu waktu, saya lupa umur berapa, kayaknya masih kecil deh, eh nggak juga, udah di atas 10 tahun.
Saya pernah mengucapkan, ‘Saya ingin Umroh’.
Alhamdulillah ucapan itu didengar dan dikabulkan Allah.
Karena beberapa tahun kemudian, saya diundang ke rumah-Nya.
Merayakan Ulang tahun ke-18 di sana.
Dan di Tempat Yang Mulia itu juga saya berdoa biar bisa nikah di tahun 2013 (apa coba?)
Karena mesti nginep di Jakarta, akhirnya saya menginjakkan kaki juga kan di Pulau Jawa?
Bahkan kaki saya nginjak Tanah Haram. Subhanallah.

Di lain waktu, saat saya sudah jadi mahasiswi selama 1 tahun.
Saya ingat betul, saat itu acara P2B untuk adik-adik angkatan 2009.
Mungkin memang seperti itu tiap tahunnya, acara P2B ini sekaligus dijadikan momen untuk menyerahkan piagam penghargaan kepada mahasiswa/i berprestasi.
Waktu itu, kaka tingkat saya di himpunan memperoleh gelar mapres tingkat jurusan dan fakultas.
Rasanya bangga sekali hanya dengan melihat beliau.
Dengan sadar saya berujar dalam hati, ‘Pengen deh kaya beliau’. Cuma itu.
Dan, 2 tahun kemudian, saat saya menjalani semester 6, saya terpilih menjadi salah satu mahasiswa berprestasi di jurusan saya.
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Satu hal lagi yang agak lucu kalau diceritakan. *kalau nggak lucu, nggak usah dibaca, haha*
Di kampus ini, saya ikut himpunan mahasiswa jurusan. Periode 2009-2010, saya diamanahi jabatan bendahara umum.
Saat pelantikan, semua sekretaris umum didaulat untuk membacakan SK kepengurusan di hadapan peserta pelantikan.
Waktu itu yang jadi sekretaris umum adalah kaka tingkat saya. Waktu dia baca SK, apa yang ada di pikiran saya?
‘Saya pengen baca SK itu dengan lantang dan lebih baik’.
hahaha, maaf kakaaa, bukan berarti waktu itu kaka ga baik.
Saya hanya ingin membacanya dengan lebih baik. Hee.. Peace^^
Kalian tahu? Di periode selanjutnya, saya dapat amanah menjadi sekretaris umum. Hahaha.
It’s funny, i think.
Mengingat pada awalnya saya bimbang ingin lanjut atau tidak berorganisasi.
Namun, sepertinya sudah takdir.
Dan takdir ini membuat apa yang saya ucapkan di tahun sebelumnya menjadi kenyataan.
Dan yaa, saat pelantikan saya membaca SK, Alhamdulillah dengan lantang.
Capek ternyata,, kering tenggorokan, pantes aja dulu waktu liat kayaknya capek banget. Hehehe..

Oh iya, saya lupa..
Saya pernah menuliskan target kuliah dan ipk saya saat mengisi form beasiswa.
3,5 tahun dengan IPK 3,5.
Insya Allah, ga lama lagi, hal ini akan menjadi kenyataan. Amiin πŸ˜€

Ucapan, tulisan/target itu adalah harapan saya.
Dan saya hanya bisa berharap kepada Dzat yang tidak pernah mengecewakan hamba-Nya.
Beprasangka baiklah kepada-Nya.
Karena Allah bersama sangka hamba-Nya..

Mungkin ini hanya sebagian kecil keinginan dari 21 tahun perjalanan hidup saya.
Tak terhitung berapa banyak keinginan saya yang dikabulkan oleh Allah.
Dari hal-hal kecil seperti, ingin makan kue putu mayang, pengen nilai ujian yang baik, pengen handphone baru, sampai hal besar semacam umroh.
Saya minta sama Pemilik Langit dan Bumi, dengan sering-seing menyebutkannya.
Nggak sering nyebutin aja suka dikasih sama Allah.. Hehe.
Allah baik deh πŸ˜€

That’s why, ucapkanlah hal-hal baik..
Karena mulutmu (bukan) harimaumu.
Dan bisa jadi, mulutmu (penentu) masa depanmu.

Love u as always.
Arifah Marhamah.

Advertisements

One thought on “Mulutmu (bukan) Harimaumu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s