Daily

[private] Beauty Class with Wardah Cosmetic

uuuuu~~
judulnya menakutkan.
-bagi mereka yang mengenal saya- haha

hari Jumat kemarin saya mengikuti Beauty Class with Wardah Cosmetic.
sebenarnya ini acara kakak saya dan teman-teman kantornya.
acara yang diselenggarakan buat presenter dan karyawan Banjar TV, dan kakak saya salah satu dari mereka.
ceritanya, Wardah jadi sponsor buat Banjar TV, dan Beauty Class ini dimaksudkan untuk mengajarkan kepada presenter cara ber make up yang baik dan benar 🙂
karena orang yang ikut nggak begitu banyak, jadi laah saya nangkring di kelas kecantikan ini. hihihi.
makanya saya sebut ini [private] Beauty Class, karena yang ikut cuma 9 orang, termasuk saya.

kita diajarin cara membersihkan muka, step by step, sampai terakhir make-up..

dari kegiatan ini, saya tahu, kalau cara saya membersihkan muka selama ini SALAH! haha.
biasanya muka saya ini cuma saya bejeg2 sama milk cleanser dan face toner.
ternyata eh ternyata, lebih baik kalau dimassage tuh muka, dari dagu, pipi, hidung, naik ke dahi.
semua ada caranya, ada urutannya. haha 😀

pas sesi make up..
uuu~ saya masih takut-takut memoleskan “benda-benda asing” itu di wajah saya.
instruktur bilang, eyeshadow saya kurang -_-
ini aja saya udah ngeri liat muka saya, haha

tapi yaah, banyak sih ilmu yang didapat dari acara ini.
siapa tau ntar bisa dipakai pas mau yudisium atau wisuda, ga perlu ke salon deh. haha

sengaja saya nggak foto-foto kemaren
takutnya fans-fans saya berkurang
atau lebih parah lagi, fans saya jadi nambah.
hahaha XD

See u next time, Beautiful.
ArifahMarhamah

Daily

MaPres bukan MaDan

aduuh, ini postingan yang telat banget..
padahal kejadiannya sebelum tanggal 13 sept 2011 kemaren, eh, malah duluan tulisan ini yang di posting.
emang ya, nulis itu nunggu mood nya, tapi juga kadang perlu nunggu bahan-bahan pelengkapnya (?)

judul tulisan ini, ‘MaPres bukan MaDan’
kalau kalian satu jurusan sama saya, dan angkatan 2009, tenang,, MaDan ini bukan temen kalian, yang kalian bilang manusia berekspresi paling datar se antero kampus.. Hahaha.. #sorrymad
itu Madan,, dan judul tulisan ini MaDan..
Maksud saya Mahasiswa Teladan.. Hee.

Kisah tentang MaPres ini sebenarnya udah pernah disinggung di sini..
Ceritanya,, pas tanggal 7 September 2011 kemaren, bertepatan dengan adanya kegiatan P2B di kampus, diumumin siapa-siapa aja yang terpilih jadi mahasiswa berprestasi tingkat jurusan dan fakultas.
Dan yaah, saya terpilih jadi salah satu mapres di jurusan saya.. Urutan 2, Alhamdulillah yah. 😀
Momen itu juga di rasain sama Bung Ikhsan yang ada di urutan 1 jurusan + fakultas dan Nae yang jadi urutan 1 di jurusannya dan urutan 2 di fakultas. Chukhae 🙂 #telat

Dapat predikat MaPres sebenarnya beban juga sih,, orang-orang yang nggak kenal kita pasti beranggapan kita itu pintar, patut di contoh, dll.

Padahal, kalau liat dari judul tulisan ini, MaPres bukan MaDan,, itulah kenyataanya..
Mahasiswa berprestasi bukan mahasiswa teladan. ‘Bukan’ refers to ‘belum tentu’.
Karena memang ada mahasiswa berprestasi yang memang mahasiswa teladan..
Macam teman-teman saya yang ini –> #lirik Nae, Ikhsan

Kalau orang mau meneladani kita yang baik-baik, silahkan aja.
Tapi kita biasanya ngerasa kita nggak pantes diteladani.
Rasanya nggak pantes aja.
Kita nggak ada bedanya sama mahasiswa lain,, kadang juga bisa malas, telat masuk kelas, nggak ngumpul tugas, dan hal-hal lain yang memang dilakukan mahasiswa kebanyakan. Nilai kita juga ngepas. Hehe.

Sebenarnya maksud dari tulisan ini pengen nge-share foto aja sih,, haha #sombong
tapi ya itu, sampai tulisan ini di post, saya nggak ngambil foto dari panitia P2B.
Cuma dapat satu foto dari temen jurusan lain yang kemaren bawa kamera.. thanx yaa 😀

ini dia fotonya.. hehe

Faith

Mulutmu (bukan) Harimaumu

Tiap orang pasti punya keinginan.
Apa pun itu.
Duniawi atau Akhirati (?)

Ingin makan ini, ingin beli itu, ingin masuk syurga, ingin bertemu Rasul.
Dan masih banyak ingin ingin yang lain, kalian bisa sebutkan sendiri, sesuai dengan isi hati dan isi kantong (?)

Lantas, untuk mewujudkan semua keinginanmu, apa yang biasa kamu lakukan?
A. Minta sama orang tua.
B. Bekerja part time, atau full time aja sekalian, biar bisa memenuhi semua keinginan.
C. Meminta pada paranormal a.k.a dukun yang entah punya IPK berapa hinga sering disebut orang pintar.
D. Meminta kepada Sang Pemilik Langit dan Bumi.

Pilih yang mana?

Ngomong-ngomong soal keinginan,, pernah nggak kamu sebutin keinginanmu itu?
Kamu bilang, Saya mau ini. Saya mau itu.
Pernah?
Atau bahkan menuliskan keinginanmu di dinding/langit2 kamar, sehingga setiap melihatnya kamu termotivasi untuk mewujudkannya?

Kalau menuliskan keinginan, saya jarang melakukan.
Kalau mengucapkannya, sering saya lakukan.

Kebanyakan hanya terbersit di hati, tapi Tuhan Maha Mendengar.
Hampir setiap yang saya ucapkan -meskipun dalam hati- Ia dengar, dan Ia kabulkan.

Saya -dibandingkan dengan kakak-kakak saya- termasuk yang paling jarang jalan-jalan ke luar kota, bahkan tidak pernah menginjakkan kaki ke Pulau Jawa hingga usia saya menginjak 18 tahun.
Pertama kali jalan-jalan ke luar Banjarmasin, waktu itu umur saya berapa yaa, di bawah 18 tahun, dan waktu itu saya pergi ke Balikpapan, Kalimantan Timur.
7 orang kakak saya, setidaknya pernah ke Pulau Jawa sebelum usia mereka 18 tahun.
Bahkan 2 orang kakak saya lahir di Pekalongan.
Semuanya pernah sekolah di luar Banjarmasin.
Kalau saya? Dari brojol sampai sekarang setia dengan Banjarmasin.

Pernah suatu waktu, saya lupa umur berapa, kayaknya masih kecil deh, eh nggak juga, udah di atas 10 tahun.
Saya pernah mengucapkan, ‘Saya ingin Umroh’.
Alhamdulillah ucapan itu didengar dan dikabulkan Allah.
Karena beberapa tahun kemudian, saya diundang ke rumah-Nya.
Merayakan Ulang tahun ke-18 di sana.
Dan di Tempat Yang Mulia itu juga saya berdoa biar bisa nikah di tahun 2013 (apa coba?)
Karena mesti nginep di Jakarta, akhirnya saya menginjakkan kaki juga kan di Pulau Jawa?
Bahkan kaki saya nginjak Tanah Haram. Subhanallah.

Di lain waktu, saat saya sudah jadi mahasiswi selama 1 tahun.
Saya ingat betul, saat itu acara P2B untuk adik-adik angkatan 2009.
Mungkin memang seperti itu tiap tahunnya, acara P2B ini sekaligus dijadikan momen untuk menyerahkan piagam penghargaan kepada mahasiswa/i berprestasi.
Waktu itu, kaka tingkat saya di himpunan memperoleh gelar mapres tingkat jurusan dan fakultas.
Rasanya bangga sekali hanya dengan melihat beliau.
Dengan sadar saya berujar dalam hati, ‘Pengen deh kaya beliau’. Cuma itu.
Dan, 2 tahun kemudian, saat saya menjalani semester 6, saya terpilih menjadi salah satu mahasiswa berprestasi di jurusan saya.
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Satu hal lagi yang agak lucu kalau diceritakan. *kalau nggak lucu, nggak usah dibaca, haha*
Di kampus ini, saya ikut himpunan mahasiswa jurusan. Periode 2009-2010, saya diamanahi jabatan bendahara umum.
Saat pelantikan, semua sekretaris umum didaulat untuk membacakan SK kepengurusan di hadapan peserta pelantikan.
Waktu itu yang jadi sekretaris umum adalah kaka tingkat saya. Waktu dia baca SK, apa yang ada di pikiran saya?
‘Saya pengen baca SK itu dengan lantang dan lebih baik’.
hahaha, maaf kakaaa, bukan berarti waktu itu kaka ga baik.
Saya hanya ingin membacanya dengan lebih baik. Hee.. Peace^^
Kalian tahu? Di periode selanjutnya, saya dapat amanah menjadi sekretaris umum. Hahaha.
It’s funny, i think.
Mengingat pada awalnya saya bimbang ingin lanjut atau tidak berorganisasi.
Namun, sepertinya sudah takdir.
Dan takdir ini membuat apa yang saya ucapkan di tahun sebelumnya menjadi kenyataan.
Dan yaa, saat pelantikan saya membaca SK, Alhamdulillah dengan lantang.
Capek ternyata,, kering tenggorokan, pantes aja dulu waktu liat kayaknya capek banget. Hehehe..

Oh iya, saya lupa..
Saya pernah menuliskan target kuliah dan ipk saya saat mengisi form beasiswa.
3,5 tahun dengan IPK 3,5.
Insya Allah, ga lama lagi, hal ini akan menjadi kenyataan. Amiin 😀

Ucapan, tulisan/target itu adalah harapan saya.
Dan saya hanya bisa berharap kepada Dzat yang tidak pernah mengecewakan hamba-Nya.
Beprasangka baiklah kepada-Nya.
Karena Allah bersama sangka hamba-Nya..

Mungkin ini hanya sebagian kecil keinginan dari 21 tahun perjalanan hidup saya.
Tak terhitung berapa banyak keinginan saya yang dikabulkan oleh Allah.
Dari hal-hal kecil seperti, ingin makan kue putu mayang, pengen nilai ujian yang baik, pengen handphone baru, sampai hal besar semacam umroh.
Saya minta sama Pemilik Langit dan Bumi, dengan sering-seing menyebutkannya.
Nggak sering nyebutin aja suka dikasih sama Allah.. Hehe.
Allah baik deh 😀

That’s why, ucapkanlah hal-hal baik..
Karena mulutmu (bukan) harimaumu.
Dan bisa jadi, mulutmu (penentu) masa depanmu.

Love u as always.
Arifah Marhamah.