puisi pertama, semoga bukan yang terakhir..

puisi pertama, semoga bukan yang terakhir..

puisi pertama yang dibuat dengan susah payah karena tuntutan tugas, hehe.

KU TITIPKAN SENYUM INI PADA-NYA

Senyum…

Sedekah yang paling mudah
Dia mampu meredam amarah
Juga mampu menyinari wajah

Begitu pula wajahnya Senyumnya…

Melihatnya, terkadang tubuh ini merinding
Tapi tak sanggup berpaling
Karena senyum itu untukku

Senyumku…

Biarlah ku simpan dengan ikhlas
Karena ku takut Dia kan membalas
Dengan siksa yang teramat jelas

Pada-Nya… Ku titipkan senyum ini

*)posted on my old blog – 26/05/2010

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s