Haruskah aku benci?

Haruskah aku benci?

Aku benci saat harus mengalihkan pandangan darimu, padahal aku bisa lebih lama menatapmu.

Aku benci saat menyadari kau juga melihat ke arahku, dan mata kita bertemu, tapi aku tidak tahu apa arti pandangan itu.

Aku benci saat harus menekan perasaan ini dalam-dalam, padahal rasanya seperti gunung yang mau meletus.

Aku benci setiap saat kau bersikap baik padaku, padahal sikap itulah yang membuatku menyukaimu.

Aku benci saat harus berbicara denganmu, karena jantung ini tak bisa diajak kompromi untuk berhenti berdegup kencang.

Aku benci menjadi lemah padahal aku berusaha kuat sampai sekarang.

Aku benci kenyataan aku selalu seperti ini saat bertemu denganmu.

Dan haruskah aku membencimu pada akhirnya?

7 Agustus 2011, 11.59 AM

*)posted on my old blog at the same day

Advertisements

2 thoughts on “Haruskah aku benci?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s