Bolehkah saya marah? Karena saya benar-benar ingin marah!

Bolehkah saya marah? Karena saya benar-benar ingin marah!

SAYA INGIN MARAH!

Entah kenapa.. Benar-benar ingin marah.

Mungkin memang sudah dekat tanggal nya.
tapi saya tidak pernah setuju ketika seorang perempuan menjadikan tamu itu sebagai alasan untuk marah-marah. kalau memang lagi ingin marah, ya marah saja, tidak perlu itu dijadikan alasan agar bisa ditoleransi.
Hampir tidak pernah saya marah ketika tamu itu datang dan menjadikannya sebagai alasan, kalaupun saya marah, memang karena saya pemarah.

Mungkin juga, kemarahan-kemarahan yang sudah lama diredam dan dipendam, meminta haknya untuk keluar.. Ia ingin disuarakan. Terlalu banyak emosi yang tersimpan, terlalu banyak amarah yang terpendam. Saya rasa sudah saatnya mereka diluapkan.

Tak ingin meluapkannya pada siapapun. Tapi saat itu benar-benar tidak bisa diredam. Dan saya pun marah, kepada orang yang salah.

Amarah dan emosi itu juga muncul dalam bentuknya yang lain. Tangisan.
Sudah lama saya tidak menangis, kali ini saya harus menangis.

Saat itu cara yang terbaik untuk meluapkan amarah adalah dengan menangis. Saya sungguh-sungguh menangis.

Tangisan itu bermakna ganda. Menangis karena luapan emosi dan penyesalan diri. Menyesal telah marah pada orang yang salah.

Maaf.. Hanya itu kata yang bisa terucap..

 

*)posted on my old blog – 8/6/2010

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s